Di tengah gelombang revolusi digital, literasi adalah senjata bangsa untuk bertahan dan memenangkan masa depan. Promosi Literasi di Era Digital adalah seruan bagi semua — pendidik, pegiat, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas — untuk bergerak bersama membangun ekosistem literasi yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing. Dari ruang kelas hingga dunia maya, dari desa terpencil hingga kota megapolitan, literasi digital adalah jembatan menuju kemajuan.
Buku ini merangkai strategi, inovasi, dan praktik baik dari berbagai penjuru Indonesia: peran kecerdasan buatan, media sosial, komunitas, dan perpustakaan digital; inklusi untuk kelompok marjinal; hingga kisah inspiratif yang membuktikan bahwa literasi mampu mengubah nasib. Setiap halaman adalah bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari ide, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Diterbitkan sebagai kontribusi untuk Hari Aksara Internasional 2025, karya ini adalah panggilan untuk bersatu, untuk berjuang bersama menuju Indonesia Emas 2045. Mari jadikan literasi digital sebagai gerakan nasional yang memerdekakan pikiran, memperkuat persatuan, dan menyalakan obor pengetahuan di setiap sudut negeri.
Buku ini menyajikan rangkaian praktik pemberdayaan komunitas yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus pada pendekatan psikologi terapan, kreativitas, dan sociopreneurship. Setiap bab menampilkan pengalaman lapangan yang konkret—mulai dari pendampingan komunitas difabel, penguatan kelompok perempuan, peningkatan kapasitas karang taruna, hingga edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah.
Melalui dokumentasi proses asesmen, perancangan intervensi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi, buku ini memperlihatkan bahwa perubahan sosial dapat tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dirancang secara tepat, berbasis kebutuhan komunitas, dan dijalankan bersama warga sebagai pelaku utama.Kami juga menyadari bahwa dukungan sosial adalah kebutuhan dasar, anggota komunitas ini membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa dihargai, didengar, dan tidak sendiri.
Pemahaman mengenai kesehatan mental kini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah dinamika sosial yang kompleks. Perilaku manusia, beserta keunikan dan kerentanannya, menuntut kajian yang tidak hanya komprehensif tetapi juga akurat, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Buku yang ada di tangan Anda hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui penyajian materi psikopatologi yang utuh, berjenjang, dan berpijak pada perkembangan ilmu terkini.
Dimulai dari pembahasan mengenai abnormalitas perilaku, buku ini membantu pembaca memahami bagaimana konsep “abnormal” dibangun—baik secara historis maupun ilmiah—serta bagaimana profesional kesehatan mental menentukan batasan dan klasifikasinya. Pembahasan kemudian diperluas melalui berbagai pendekatan teoretis dalam memahami perilaku abnormal, mulai dari perspektif kognitif-perilaku, biologis, psikodinamik, hingga sosiokultural dan biopsikososial. Ini menjadi fondasi penting sebelum pembaca memasuki bab-bab yang lebih aplikatif.
Buku ini menyajikan keragaman tema, mulai dari inovasi produk kreatif hingga praktik pemberdayaan berbasis budaya lokal. Penulis menggambarkan bagaimana gerakan sociopreneur mampu menjembatani kebutuhan ekonomi dengan nilai-nilai sosial yang lebih luas. Dalam setiap bab, pembaca dapat melihat bahwa kreativitas bukan hanya persoalan seni, tetapi juga strategi adaptif untuk menghadapi keterbatasan. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki posisi penting sebagai penggerak perubahan sosial. Dengan demikian, buku ini tidak hanya sebagai bacaan inspiratif, tetapi juga alat refleksi tentang kontribusi yang dapat diberikan oleh berbagai kalangan.
Puisi-puisi dalam buku ini adalah cerminan dari jiwa penulis yang peka dan mendalam. Setiap bait dan larik yang tertulis dengan penuh kehalusan dan kejujuran, membawa kita pada sebuah perjalanan emosional yang kaya akan makna. Melalui Rindu, penulis berhasil menggambarkan berbagai bentuk kerinduan; baik itu kepada orang yang dicintai, tempat yang jauh, kenangan masa lalu, ataupun impian yang belum tergapai.
Kumpulan puisi ini tidak hanya menawarkan keindahan kata-kata, tetapi juga menyentuh hati dan membangkitkan refleksi. Setiap puisi adalah sebuah potret perasaan yang ditangkap dengan ketulusan, membawa kita masuk ke dalam dunia batin penulis, dan sekaligus menemukan cerminan dari diri kita sendiri di dalamnya
Buku ini digunakan di lingkungan Lembaga Pendidikan dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan percakapan bahasa Inggris. Dengan ini dapat melatih percakapan bahasa Inggris siswa dengan mempelajari contoh pertanyaan dan jawaban yang diberikan dalam buku ini. Agar para siswa lebih banyak berlatih, maka penulis memberikan latihan berupa pertanyaan untuk dijawab oleh siswa di tempat yang sudah disiapkan. Selain itu penulis memberikan lampiran-lampiran yang terdiri dari kata kerja umum dalam bahasa Inggris, contoh Wh Questions dan Conjuctions (kata penghubung) beserta contoh kalimat dan artinya. Penulis mengharapkan dengan adanya buku ini, para siswa lebih semangat belajar dan pada akhirnya mereka termotivasi belajar percakapan bahasa Inggris. Siswa diharapkan banyak berlatih baik di kelas maupun di rumah agar bahasa Inggris dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diharapkan buku ini dapat menjadi suatu kebutuhan dan yakin di suatu saat pekerjaan menuntut anda harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris.
Buku “Ragam Kosakata Ritual Wonge Etnik Ternate: Pendekatan Wacana Budaya” disusun dengan tujuan untuk mendokumentasikan serta mengungkap kekayaan kosakata yang terdapat dalam ritual wonge, salah satu tradisi penting dalam masyarakat Ternate. Di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, tradisi lokal sering kali berada di ambang kepunahan. Melalui buku ini, pembaca diajak memahami tidak hanya makna leksikal kosakata tersebut, tetapi juga nilai, simbol, dan pengetahuan budaya yang terkandung di dalamnya. Buku ini penting dibaca karena menawarkan perspektif baru tentang hubungan antara bahasa dan budaya, serta membuka ruang untuk memahami identitas masyarakat Ternate lebih dalam. Selain itu, buku ini dapat menjadi referensi akademik mengenai linguistik budaya, etnolinguistik, dan kajian tradisi lisan.
Buku ini mengulas tentang budaya positif di madrasah yang ramah anak, melalui beberapa essay yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Esai “Mendidik Anak Ala Rasulullah” yang hadir dalam berbagai variasi, menunjukkan betapa pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam pendidikan anak. Metode Rasulullah SAW yang penuh dengan kasih sayang, kesabaran, dan kebijaksanaan adalah cerminan ideal bagi kita dalam membentuk karakter anak yang berbudi pekerti luhur.
Buku ini disajikan sebagai bagian dari kumpulan pemikiran yang telah merajut dinamika dan tantangan Pendidikan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Akumulasi gagasan, ide, dan refleksi dari penulis yang berasal dari akademisi dan peneliti Indonesia yang tertuang dalam buku ini telah merepresentasikan percikan pemikiran seputar Pendidikan di Indonesia selama 20 tahun terakhir ini. Sebagai kumpulan pemikiran, ide, dan refleksi dari para penulis, yang dihimpun dalam kegiatan sarasehan dan kemudian menjadi buku, setidaknya bisa memberikan wawasan dalam menggali dinamika dan tantangan Pendidikan di Indonesia untuk menjadi pertimbangan kebijakan nasional. Melalui buku ini, kita dapat memotret situasi dan kondisi Pendidikan Indonesia sampai sejauh mana? Apakah sudah akan mencapai cita cita dan tujuan nasional kita atau justru berjalan di tempat. Bagaimana solusi ke depan yang harus dilakukan? Dengan hadirnya buku ini dapat menjadi sumbangsih saran, masukan, dan pemikiran bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan Pendidikan nasional untuk menjawab dan mencabut akar masalah Pendidikan secara tuntas. Selamat Membaca!
Menghadirkan perjalanan intelektual yang memadukan renungan mendalam, dialog filosofis, serta pengalaman spiritual penulis. Berangkat dari pengantar filsafat Islam tentang wujud, jiwa, dan kausalitas, karya ini menelusuri kosmologi, penciptaan alam, hingga gagasan besar tentang kemanusiaan, masyarakat, dan ekonomi.
Di dalamnya, pembaca diajak menyelami diskursus para pemikir Muslim klasik maupun kontemporer—mulai dari al-Farabi, Ikhwan al-Shafa, Murtadha Muthahhari, hingga M. Baqir Shadr—serta melihat keterkaitannya dengan isu-isu modern, termasuk gender, ideologi, epistemologi ekonomi Islam, dan peran filsafat dalam menafsirkan al-Qur’an.
Dengan bahasa yang komunikatif, reflektif, dan tetap menjaga kedalaman analisis, buku ini bukan sekadar karya akademis, tetapi juga percikan renungan filosofis yang lahir dari pengalaman penulis sebagai dosen, istri, ibu, sekaligus seorang pejalan intelektual.
Sebuah karya yang menyingkap jalinan antara kosmos, manusia, dan sejarah ekonomi—seraya mengingatkan kita bahwa filsafat bukan hanya milik ruang kuliah, melainkan juga denyut kehidupan sehari-hari.
Buku ini merupakan serangkaian refleksi tentang bagaimana birokrasi pemerintahan daerah dapat dibangun kembali agar lebih efisien, responsif, dan relevan dalam menghadapi tuntutan zaman, namun dengan tetap mencirikan identitas kewilayahan Yogyakarta dengan keistimewaannya. Dengan cermat, kami menyajikan teori, analisis, dan pemikiran-pemikiran akademis yang mendalam sebagai landasan argumen dan pandangan yang terdokumentasi dengan baik. Buku ini bukan semata-mata untuk kalangan akademisi atau birokrat. Kami berupaya untuk menghadirkan materi yang mudah dipahami dan relevan bagi semua kalangan, termasuk masyarakat umum. Kami percaya bahwa partisipasi dan pemahaman masyarakat adalah kunci utama dalam merintis perubahan yang lebih baik. Dalam buku ini, terkandung suatu cita-cita serta harapan besar untuk masa depan Yogyakarta yang lebih istimewa.
Buku ini lebih dari sekedar percikan pemikiran. Buku ini adalah himpunan pengetahuan, pemahaman, dan refleksi pengalaman penulisnya. Apalagi buku ini ditulis oleh peserta IN dengan latar belakang yang majemuk. Ada unsur aparatur sipil kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, akademisi perguruan tinggi, widyaiswara lembaga pelatihan, aktivis ormas keagamaan, ormas kepemudaan, organisasi perempuan, dan pimpinan lembaga-lembaga agama. Seperti halnya kemajemukan yang menjadi alasan moderasi beragama ini digulirkan. Buku ini hadir di kala yang tepat. Pasca keluarnya Peraturan Presiden nomor 58 tahun 2023, area penetrasi dan panggung bermain penguatan moderasi beragama menjadi makin luas dan sistematik, di samping multi-aktor dan pelibatan multi-stakeholders.
Buku ini merupakan sebuah eksplorasi mendalam tentang perubahan paradigma dalam dunia pemasaran pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berjudul “Revolusi Pemasaran Pariwisata DIY: Mengubah Tantangan menjadi Peluang”, buku ini bukan sekadar kumpulan teori, tetapi sebuah panduan praktis dalam merumuskan strategi yang efektif dalam mempromosikan destinasi pariwisata DIY di era yang terus berubah dan berkembang.
Dengan didukung oleh fakta-fakta yang berkembang serta analisis yang mendalam, pembaca akan diajak untuk memahami secara menyeluruh tentang kondisi pariwisata DIY, tantangan-tantangan yang dihadapi, dan peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meraih kesuksesan dalam pemasaran pariwisata. Melalui bab-bab yang terstruktur dengan rapi, pembaca akan diajak untuk memahami filosofi pembangunan DIY, visi dan misi Gubernur DIY 2022-2027, serta berbagai aspek penting dalam pemasaran pariwisata, mulai dari komunikasi terpadu hingga pemanfaatan teknologi informasi. Dalam buku ini juga dipaparkan proyeksi pertumbuhan pariwisata DIY, gambaran kondisi wisatawan global dan nasional di DIY, serta strategi pemasaran berbasis digital yang efektif. Tidak hanya itu, pembaca juga akan diberikan rekomendasi strategi pemasaran yang spesifik untuk wisatawan nusantara dan mancanegara, dengan berbagai jenis wisata mulai dari wisata alam hingga wisata budaya.