Dalam buku ini akan membahas mengenai isu, kasus, fenomena, dan topik yang ada di dunia pendidikan. Besar harapannya agar buku ini dapat bermanfaat, baik itu dijadikan sebagai referensi pembaca dalam penyusunan suatu karya, maupun untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai isu, kasus, fenomena, dan topik dalam dunia pendidikan.
Buku ini mengajak pembaca untuk memahami dan menghargai kekayaan budaya lokal Samarinda, sebuah kota yang terletak di tepi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Penulis mengeksplorasi berbagai aspek budaya Samarinda, mulai dari tarian tradisional, musik, kuliner, hingga adat istiadat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan mengangkat cerita-cerita dari warga lokal, buku ini menyoroti bagaimana budaya Samarinda menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat.
Melalui penelitian yang mendalam dan wawancara dengan budayawan, seniman, dan penduduk setempat, buku ini menyoroti pentingnya melestarikan dan menghargai warisan budaya lokal. Pembaca diajak untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tradisi dan bagaimana praktik-praktik ini mencerminkan identitas dan sejarah panjang Samarinda. Buku ini juga mengupas tantangan yang dihadapi oleh komunitas lokal dalam menjaga tradisi mereka di tengah modernisasi dan perubahan sosial.
Dengan narasi yang memikat dan ilustrasi yang indah, “Warisan Budaya Samarinda: Menjaga Identitas Lokal” menginspirasi pembaca untuk lebih mengenal dan menghargai budaya lokal Samarinda. Buku ini menjadi panggilan bagi masyarakat, baik lokal maupun global, untuk turut serta dalam upaya melestarikan dan merayakan keanekaragaman budaya yang ada. Melalui penghargaan terhadap budaya lokal, kita dapat menjaga identitas kita dan memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.
Buku ini merupakan panduan yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang salah satu teknologi paling fundamental dalam pengembangan web: HTML (HyperText Markup Language). Dengan memahami dasar-dasar HTML, Anda akan memperoleh landasan kuat untuk memulai perjalanan Anda dalam dunia pengembangan web.
Tidak ada batasan untuk siapa yang dapat mempelajari HTML. Baik Anda seorang siswa, pekerja profesional, atau hanya seseorang yang penasaran tentang dunia web, buku ini akan memberikan fondasi yang kuat untuk memulai perjalanan Anda dalam memahami dan menguasai HTML.
Dalam buku pengayaan kimia ini, akan dibahas lebih lengkap mengenai beberapa permasalahan lingkungan hidup dan penerapan kimia untuk mengatasi permasalahan tersebut. Buku pengayaan kimia ini dapat digunakan sebagai sumber belajar tambahan untuk menunjang pembelajaran kimia di sekolah.
Pendidikan olahraga terfokus sepakbola merupakan pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Hal ini dapat terjadi karena idealnya pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh. Olahraga sepakbola dianggap paling populer karena membutuhkan keterampilan fisik, teknik, strategi dari pelatih dan mental yang kuat dalam menghadapi pertandingan. Buku ini disusun untuk memberi panduan kepada pendidik, pelajar dan masyarakat umum. Penulis menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini atas kepercayaan yang diberikan.
Buku Pintar Problematika Keumatan ditulis secara popular dan ringan oleh Tim Penulis Internal MUI dan 100 persen merujuk pada sumber asli fatwa dengan penyampaian substansi yang simple dan singkat. Tulisan disajikan dalam bentuk tanya jawab untuk memudahkan pembaca mencerna secara umum isi sebuah fatwa.
Isi buku ini juga dapat menjadi panduan bagi mereka yang ingin ikut serta menyosialisasikan fatwa MUI dengan membuat berbagai media konten keislaman di dunia maya. Tentu MUI sangat terbuka kepada siapapun yang ingin ikut menyebarluaskan tulisan ini dalam berbagai bentuk selama tidak keluar dari substansi fatwa.
Buku Pintar Problematika Keumatan ini akan disajikan secara serial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menjadikan fatwa-fatwa MUI sebagai rujukan dalam kehidupan keberagamaan.
Buku ini membahas sembilan tokoh yang berpengaruh dalam sejarah umat manusia. Ada kaisar besar dunia dari Mongolia, yakni Jenghis Khan (Genghis Khan) yang harus melewati berbagai perang hingga menjadi kaisar terhebat dunia. Selanjutnya ada tokoh penemu listrik dan telegraf, Thomas Alva Edison yang menghabiskan waktu untuk melakukan 1.000 kali lebih percobaan hingga menemukan listrik. Vincent van Gogh, seorang pelukis yang kesepian, yang terus melukis di tengah kritikan teman-teman terhadap karyanya. Ada juga Marie Curie, seorang anak desa yang hidup sederhana namun terus belajar, membaca berbagai buku, dan terus melakukan percobaan hingga menjadi seorang ilmuwan di bidang fisika dan kimia, bahkan mendapatkan dua hadiah nobel sekaligus.
Helen Keller, seorang perempuan buta, tuli, dan bisu (disabilitas) yang terus berjuang mengatasi kekurangannya. Bunda Teresa menghibahkan dirinya untuk membantu fakir miskin, anak-anak telantar, yatim piatu, dengan penuh cinta kasih. Begitu juga Nelson Mandela, seorang pejuang melawan diskriminasi yang menghabiskan 85% hidupnya keluar masuk penjara. Che Guevara, seorang tokoh revolusi Kuba yang berjuang untuk rakyat kecil, membebaskan rakyat dari cengkeraman penguasa yang zalim. Adapun Jane Goodall, seorang peneliti simpanse di Afrika yang aktif dalam mengampanyekan perlindungan terhadap hewan dan mendirikan organisasi pelestarian lingkungan yang sekarang ada di berbagai negara.
Buku ini hadir memberi refleksi kasuistik yang mendalam terkait problematika sosial kita hari-hari ini terhadap Pancasila. Dimulai dari implementasi nilai Pancasila dari aspek hukum dan penyelenggaraannya (Bagian Satu), yang kemudian direfleksikan secara filosofis pada kacamata moralitas sosial dan akademik, sehingga Pancasila sebagai nilai keutamaan masih dapat diraih (Bagian Dua). Kemudian pada aspek pendidikan yang merupakan instrumen utama pengejawentahan Pancasila membahas bagaimana pelaksanaan pendidikan yang bermutu (Bagian Tiga) guna menghasilkan konstruksi budaya yang luhur sesuai karakteristik sosial bangsa kita (Bagian Empat). Sebagai penutup Pancasila dibahas secara politik pemerintahan melalui beragam implementasi kebijakan pemerintahan (Bagian Lima).
Buya Hamka—seorang ulama, pendidik, penulis, sastrawan, budayawan, apa lagi? Kiprah, pemikiran dan karya Hamka rasanya memang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai seorang tokoh nasional, pengaruh Hamka sangat besar di bidang pendidikan dan kebudayaan khususnya menyangkut khazanah keislaman.
Syahdan, di dalam kehidupan berbangsa tidak dipungkiri nasionalisme adalah sebuah paham yang mendorong munculnya persatuan bangsa. Sejarah telah mencatat, orang bahkan rela mati membela negara dengan bermodalkan nasionalisme. Buku ini menjawab seberapa jauh relevansi pemikiran Hamka dalam mengupas nilai-nilai nasionalisme dalam pendidikan Islam di Indonesia. Universalitas nilai-nilai Hamka menjadi pendorong terbentuknya citra nasionalis melalui pola-pola pendidikan Islam yang nyatanya kurang mendapatkan tempat dalam memandang citra kebangsaan.
Buku cerita bergambar (Cergam) Caca dan Sisi berisi tentang petualangan tak pernah berhenti dan kebaikan selalu bersemi. Persiapkan diri kalian untuk mengikuti kisah Caca dan Sisi, dua sahabat yang penuh semangat dalam mencari makna Pancasila yang sejati. Pembaca akan menyaksikan bagaimana Caca dan Sisi menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bersama mereka, kalian akan belajar tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, Demokrasi, Persatuan, Keadilan, dan Kemanusiaan. Dengan cerita yang seru dan ilustrasi yang indah, kalian akan diajak untuk merenungkan betapa pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta menolong sesama. Caca dan Sisi akan menunjukkan kepada kita bahwa dengan mengamalkan Pancasila, kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik dan damai bagi semua. Jadi, bersiaplah untuk memulai petualangan Caca dan Sisi yang mengagumkan dalam menjelajahi nilai Pancasila, yang selalu menebarkan kebaikan dan penuh inspirasi.
“Cahaya Ulama di Tengah Ibu Kota” menghadirkan perjalanan panjang dan penuh makna para ulama yang memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Pusat dari masa ke masa. Buku ini menelusuri sejarah berdirinya MUI, dinamika organisasi, serta kontribusi para ketua yang telah membentuk wajah keagamaan masyarakat Jakarta Pusat.
Melalui kisah-kisah inspiratif KH. Fadlun Amir, KH. Ibrahim Karim, KH. Yusuf Aman, hingga KH. Robi Fadil Muhammad, pembaca diajak melihat bagaimana para ulama berperan sebagai penerang umat di tengah hiruk-pikuk ibu kota—mengokohkan dakwah, merawat ukhuwah, memberi nasihat, dan menjaga marwah keislaman.
Ditulis dengan rujukan sejarah, wawancara, dan dokumentasi otentik, buku ini menjadi catatan penting tentang kepemimpinan ulama, keteladanan, dan perjuangan mereka dalam membangun masyarakat yang berakhlak, damai, dan berperadaban. Sebuah karya yang bukan hanya merekam jejak, tetapi juga menjadi pengingat dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Buku ini menggambarkan suka duka Bu Wiwik dalam proses pencalonan diri sebagai anggota legislative tingkat provinsi pada Pemilu 2014, perjuangannya di masa kampanye, hingga caranya menerima hasil pemilihan.
Persoalan mental masyarakat yang diserbu uang menjelang pemilu ini menjadi perhatian Bu Wiwik. Ia menegaskan hal itu pada banyak bagian cerita. Cerita tentang uang yang diperoleh seseorang selama masa kampanye, misalnya. Ada juga cerita tentang serangan fajar yang menggelisahkan.
Buku ini adalah gambaran riil tentang wajah bopeng tradisi politik kita. Tradisi politik yang terus-menerus membawa bukan kepada perbaikan, namun justru menuju pembusukan mental. Rangkaian cerita dari Bu Wiwik adalah cermin yang semestinya membuat kita gelisah dan terus bertanya-tanya: sampai kapan kita akan seperti ini?
Buku ini merupakan kumpulan cerita canda tawa ala para pengusaha atau bahasa kerennya “Enterpreneur”. Kisah yang berjumlah kurang lebih 101 ini mengandung banyak makna dan nasihat yang sangat menginspirasi bagi para calon-calon pengusaha dan masyarakat pada umumnya.
Buku ini berbicara tentang tata cara pembagian harta warisan, atau yang di dalam Islam dikenal dengan nama Ilmu Faraid. Disajikan dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami, buku ini dapat membantu masyarakat ketika mendapatkan permasalahan pembagian warisan.
Buku ini bukan sekadar kumpulan catatan harian. Ia adalah potret keikhlasan, ketulusan, dan perjuangan seorang perempuan dalam peran gandanya sebagai ibu, istri, pendidik, sekaligus individu yang terus berproses menjadi lebih baik. Lewat tulisan-tulisan reflektif yang sederhana namun sarat makna, penulis mengajak kita menyusuri perjalanan emosional yang sangat personal namun begitu akrab dengan keseharian banyak orang, khususnya mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Sebagai penerbit, kami memandang buku ini sebagai oase yang menyegarkan di tengah rutinitas yang kadang menjemukan. Setiap lembarannya menghadirkan perenungan, senyuman, hingga tetesan air mata. Terlebih, nilai-nilai keimanan dan kebijaksanaan lokal yang tertanam dalam narasi-narasi harian memperkuat bahwa profesi guru tidak hanya mulia, tapi juga mengandung dimensi spiritual dan emosional yang dalam.
Buku ini sangat baik dan berguna untuk dikonsumsi publik karena berbicara tentang sebuah kegiatan yang mampu memupuk mental wirausaha. Kegiatan tersebut adalah market day. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai upaya menjelaskan kepada peserta tentang seluk-beluk pasar, dan bagaimana cara bertransaksi, serta bagaimana mengelola sebuah dagangan. Selain itu, di kegiatan ini juga harus dituntut kreatif dan mandiri karena dituntut berbeda dengan dagangan yang lain. Problem solving juga diajarkan di sini karena di dalam sebuah pasar pasti muncul berbagai macam permasalah, misalnya bagaimana cara kita bisa meraih keuntungan yang besar, mendapatkan pelanggan, dan tips cepat laku.