Phapros berkomitmen untuk berperan serta dalam peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat. TJSL bukan hanya kegiatan donasi (charity), tetapi mencakup kepedulian secara berkelanjutan terhadap lingkungan hidup, dan ikut serta mengembangkan ekonomi dan komunitas lokal. TJSL adalah komitmen Phapros untuk berperan serta dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perusahaan, komunitas setempat, masyarakat dan bagi generasi yang akan datang. Buku ini dipublikasikan sebagai gambaran upaya inovasi pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan.
Puasa sebagai pengendalian diri, sangat penting dalam kehidupan santri. Apabila seseorang tidak mampu mengatasi dorongan-dorongan dan kebutuhannya, maka ia akan menghadapi kesulitan. Dalam kesehatan mental, manusia yang kepribadiannya lemah, akan sulit mengendalikan diri terutama dalam menghadapi berbagai kebutuhan jasmani maupun kejiwaan. Alat yang mampu mengendalikan diri adalah keimanan yang terjalin dalam kepribadian manusia yang akan mengatur, mengarahkan sikap dan perilaku seseorang. Dengan latihan pembinaan mental, maka seseorang dapat mengendalikan dirinya dalam menghadapi kebutuhan jasmani maupun kebutuhan kejiwaan dan sosial dalam kehidupan manusia.Puasa dalam Islam mempunyai fungsi sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hawa nafsu yang dapat menghancurkan hidup manusia, sehingga jiwa manusia tidak mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsunya. Berpuasa dapat mengendalikan diri seseorang, karena orang yang berpuasa terlatih untuk bersabar, tenang dan tidak cemas. Puasa juga akan meningkatkan iman dan taqwa, mengatasi dan mencegah stres, rasa tertekan, frustasi dan depresi.
Buku ini berjudul Daluwarsa Menuntut Pidana dan Menjalankan Pidana yang didasarkan pada pemikiran bahwa Dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bahwa pada dasarnya semua pelaku (dalam arti luas) dari suatu tindak pidana harus dituntut di muka sidang pengadilan pidana, akan tetapi baik secara umum atau secara khusus undang-undang menentukan peniadaan dan atau penghapusan penuntutan dalam hal-hal tertentu, misalnya karena daluwarsa. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 78 KUHP bahwa hak menuntut pidana hapus karena daluwarsa. Harapan penulis, informasi dan materi yang terdapat dalam penulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, karena itu penulis memohon kritik dan saran yang membangun bagi perbaikan penulis selanjutnya.
Buku ini membahas konsep dasar hukum pidana, termasuk elemen-elemen tindak pidana, subjek hukum pidana, serta pemidanaan. Menjelaskan tentang asas-asas hukum pidana, seperti asas legalitas, asas kesalahan, dan asas proporsionalitas. Selain itu, buku ini juga membahas tentang pembuktian tindak pidana dan pengadilan pidana, Buku ini sangat cocok untuk para mahasiswa hukum, praktisi hukum, dan siapa saja yang ingin mempelajari lebih dalam tentang hukum pidana. Menggabungkan teori dengan contoh kasus nyata, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami konsep-konsep Hukum Pidana. Buku “Dasar-Dasar Hukum Pidana: Teori dan Praktik” juga membahas tentang sistem pidana di Indonesia, termasuk tentang Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan berbagai peraturan perundang-undangan terkait hukum pidana di Indonesia. Buku ini juga mengupas tentang berbagai jenis pidana , seperti hukuman mati, pidana seumur hidup, dan pidana bagi anak di bawah umur. Selain itu, buku ini juga membahas tentang kejahatan siber crime. Secara keseluruhan, buku “Dasar-Dasar Hukum Pidana: Teori dan Praktik” adalah panduan yang lengkap dan komprehensif untuk memahami hukum pidana, baik dari segi teori maupun praktiknya. Buku ini dapat membantu pembaca untuk memahami sistem hukum pidana dan perannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dimensi syariah mengatur sistem operasional dan teknis pelaksanaan ekonomi secara umum dalam fiqh muamalah. Pada dimensi fiqh muamalah telah ditetapkan prinsip-prinsip berbuat yang wajib dilaksanakan dan ajaran prinsip-prinsip itu menuntut ijtihad para ulama yang memiliki kompetensi untuk menjabarkannya dalam bentuk kaidah-kaidah dasar yang akan dijadikan pedoman dalam merumuskan sistem operasional yang sesuai dengan maksud syariah (maqasid al-syariah). Inilah yang mendorong penulis untuk melahirkan buku ini.
Keberadaan kaidah-kaidah syariah ekonomi bersifat lazim (keharusan) sebelum membuat suatu model transaksi bisnis. Ketiadaan kaidah-kaidah syariah ekonomi akan menyebabkan tidak dapatnya diidentifikasi dan tidak dapat dibedakan secara jelas (sharih) antara ekonomi Islam dengan ekonomi lain (konvensional). Perumusan kaidah-kaidah sebagai pedoman dalam berekonomi (bermuamalah) adalah diturunkan dari fiqh muamalah.
“Dawai Jiwa Dibalik Awan” adalah sebuah metafora yang menggambarkan keindahan dan misteri di balik hal-hal yang tidak terlihat oleh mata. Dalam konteks ini, ‘dawai jiwa’ bisa diartikan sebagai perasaan, pikiran, atau inspirasi yang tersembunyi di balik ‘awan’ kehidupan sehari-hari. Awan bisa melambangkan tantangan, keraguan, atau hambatan yang seringkali menutupi pandangan kita terhadap potensi dan keindahan sejati yang ada di dalam diri kita. Namun, seperti halnya awan yang dapat tersibak oleh sinar matahari, demikian juga jiwa kita dapat ditemukan dan diapresiasi ketika kita berani melihat melampaui permukaan dan menghadapi ketidakpastian dengan hati yang terbuka. Melalui proses ini, kita bisa menemukan kekuatan dan keindahan yang sebenarnya tersembunyi di balik segala rintangan.
Buku ini merupakan sebuah karya yang mengungkapkan peran penting wisatawan nusantara (wisnus) dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Wisnus memiliki dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek, termasuk peningkatan infrastruktur, fasilitas, dan layanan pariwisata di daerah tujuan mereka.
Dengan analisis mendalam, buku ini menggambarkan kontribusi ekonomi yang dihasilkan oleh kehadiran wisnus. Mereka tidak hanya memberikan pendapatan bagi pelaku usaha pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Selain itu, buku ini menyoroti peran penting wisnus dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri pariwisata, dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Dengan pendekatan berbasis penelitian dan pengalaman praktis, buku ini memberikan panduan dan rekomendasi bagi praktisi, akademisi, dan pengambil kebijakan dalam memajukan pariwisata perdesaan yang berkelanjutan di Indonesia. Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam mengembangkan pariwisata perdesaan yang berkelanjutan, menjaga kekayaan budaya dan alam Indonesia, serta mendorong inklusi ekonomi bagi masyarakat lokal. Sebuah buku yang layak dibaca oleh berbagai kalangan.
Buku ini lahir dalam rangka membantu pembaca memahami desain kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dan mengimplementasikannya dengan tepat, sehingga dapat dijadikan panduan bagi pengembang dan pelaksana kurikulum di lapangan. Tidak hanya mengupas seputar kurikulum 2013, buku ini juga menyinggung tentang kurikulum merdeka belajar, serta mengulas perbedaan antara kedua kurikulum tersebut. Buku ini dikemas dengan bahasa yang sederhana, agar pembaca dapat memahami dan mempraktikkannya.
Inovasi sosial merupakan suatu ide yang berisi tentang solusi baru terhadap masalah sosial yang lebih efektif, efisien, berkelanjutan, dan berkeadilan dibanding solusi yang ada sebelumnya. Salah satu bentuk inovasi sosial yang berkembang di masyarakat adalah Credit Union (CU), yakni lembaga keuangan koperasi yang dimiliki dan dikendalikan oleh anggotanya dengan prinsip solidaritas dan keadilan sosial. Agar inovasi sosial seperti CU dapat tersebar luas dan diterima oleh masyarakat, diperlukan strategi komunikasi yang tepat. Konsep difusi inovasi yang dipopulerkan oleh Everett Rogers memberikan kerangka kerja yang berguna dalam memahami bagaimana inovasi sosial menyebar melalui masyarakat dan dapat membawa perubahan sosial ke arah yang lebih baik, sepertinya terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan dan juga peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka.
Secara umum, strategi komunikasi dalam konteks difusi inovasi sosial seperti Credit Union harus mempertimbangkan karakteristik masyarakat, media yang tepat, dan pesan yang relevan. Melalui pendekatan yang terencana, CU tidak hanya menjadi solusi keuangan, tetapi juga gerakan sosial yang memperkuat solidaritas dan kemandirian ekonomi komunitas. Peran aktif tokoh lokal, media, dan edukasi berkelanjutan adalah kunci sukses dalam memperluas adopsi inovasi ini.
Buku ini mengajak pembaca untuk menyelami tentang bagaimana suatu pesan inovasi sosial yang dilakukan oleh CU tersebar ke masyarakat dan bagaimana strategi komunikasi yang tepat dalam konteks pemberdayaan ekonomi melalui gerakkan credit union. Melalui kerangka konseptual difusi inovasi yang menyatakan bahwa difusi inovasi merupakan proses di mana inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dari waktu ke waktu di antara anggota sistem sosial. Buku ini memberikan secercah pengetahuan tentang bagaimana proses inovasi sosial CU dikomunikasikan melalui saluran tertentu dan diadopsi oleh komunitas baik sebagai early adopters, early majority, late majority maupun sebagai laggards atau kelompok yang paling lambat dalam mengadopsi inovasi sosial tersebut.
Selain itu, buku ini juga akan mengajak pembaca untuk berselancar untuk mengetahui bagaimana tantangan dan hambatan komunikasi yang dialami oleh CU dalam menyebarkan pesan-pesan inovasi sosial. Meskipun sebagai suatu institusi sosial-ekonomi CU memiliki potensi besar dalam memberdayakan masyarakat secara ekonomi, namun dalam prakteknya penyebaran inovasi sosial yang dilakukan tidak selalu mudah. Salah satu kelemahannya adalah lembaga credit union relatif belum optimal dalam mendesain strategi komunikasi yang tepat dalam upaya mendifusikan inovasi sosial mereka kepada masyarakat luas.
Dihyah, Delegasi Rasulullah di Pagar Dewa bercerita tentang seorang dai muda dari Sulawesi Selatan yang menerima amanah berdakwah di wilayah terpencil. Ia menempuh perjalanan jauh menuju pedalaman Lampung, menghadapi jalan terjal, jarak sosial, serta penerimaan yang tidak selalu ramah. Namun, novel ini tidak ditulis untuk menonjolkan kepahlawanan; ia lebih ingin merekam proses pelan-pelan membangun kepercayaan, bertahan dalam keterbatasan, dan belajar hidup bersama masyarakat yang memiliki pengalaman, tradisi, dan kebutuhan yang khas.
Tema utama kisah ini adalah dakwah sebagai kerja kemanusiaan: adil tanpa keras, tegas tanpa menyakiti, dan mampu merangkul tanpa kehilangan prinsip. Dihyah menemukan bahwa moderasi beragama bukan sekadar istilah, melainkan sikap sehari-hari: menghargai perbedaan, memilih kata yang menenangkan, serta mengutamakan manfaat nyata. Karena itu, cerita ini banyak bergerak lewat tindakan sederhana, seperti membina baca tulis Al-Qur’an, menguatkan kegiatan keagamaan, dan menata praktik-praktik yang dibutuhkan warga, tanpa memaksa dan tanpa menggurui.
Buku ini ditulis dengan maksud melengkapi khazanah pemahaman hukum bagi para mahasiswa hukum, sarjana, maupun para pihak yang ingin mengetahui tentang hukum, khususnya terkait sanksi pidana tindakan kebiri kimia. Sanksi ini berkenaan dengan kesehatan seseorang dan berbagai faktor pemengaruh yang menjadi dasar pengenaannya. Sanksi tindakan kebiri kimia harus melalui beberapa proses seperti penilaian klinis, kesimpulan, pelaksanaan, dan pengawasan. Oleh sebab itu, merupakan sanksi yang menarik dipahami lebih lanjut.
Berawal dari permasalahan tersebutlah buku ini dibuat yang kemudian berkembang pembahasannya mencakup kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia, dampaknya terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa, hingga regulasi yang mengaturnya. Kemudian pembahasan berlanjut ke penafsiran setiap frasa yang digunakan dalam buku ini agar mampu dipahami dengan lebih mudah dan lebih baik oleh para pembaca. Ada pula dilema eksekutorial yang sempat dibahas sebelumnya beserta kelemahan dan kelebihan saksi ini. Kelemahan dan kelebihan sanksi kebiri kimia ini memuat efektivitas dari berbagai negara lain yang turut menerapkannya. Pembahasan dikemas serinci mungkin sehingga akan memperkaya pengetahuan dan menarik bagi para pembaca.
Perjalanan panjang eksplorasi dimensi eko-spiritualitas dalam tradisi ussul masyarakat Mandar telah membawa kita pada pemahaman yang lebih mendalam tentang kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Tradisi ussul, dengan segala keunikan dan keragamannya, menunjukkan bahwa kesadaran ekologis sejatinya telah mengakar dalam budaya masyarakat Mandar sejak lama. Namun, di tengah arus modernisasi yang kian deras, kita dihadapkan pada realita yang cukup mengkhawatirkan. Degradasi lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah Polewali Mandar menunjukkan bahwa nilai-nilai eko-spiritualitas dalam tradisi ussul mulai tergerus.
Buku ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis tradisi ussul, tetapi juga mengajak kita semua untuk merenungkan kembali relasi kita dengan alam. Kesadaran eko-spiritualitas yang terkandung dalam tradisi ussul seharusnya tidak hanya menjadi nostalgia masa lalu, tetapi harus ditransformasikan menjadi energi positif untuk membangun peradaban yang lebih ramah lingkungan. Kita perlu menghidupkan kembali nilai-nilai ussul dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik dalam ranah individu, masyarakat, maupun kebijakan pembangunan.
Buku ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah gerakan. Gerakan untuk menghidupkan kembali eko-spiritualitas dalam denyut nadi kebudayaan kita. Gerakan untuk merawat dan melestarikan kearifan lokal sebagai warisan berharga dari para leluhur kita. Mari kita bersama-sama melangkah, dengan tradisi ussul sebagai inspirasi dan kompas dalam menjaga keberlanjutan ekologis di bumi Mandar yang kita cintai ini. Semoga buku ini dapat menjadi awal dari diskusi dan aksi yang lebih luas dalam upaya mewujudkan masyarakat yang eko-spiritual.
Dinamika Manajemen Perpustakaan di Lembaga Pendidikan merupakan kajian yang dapat dilihat dari berbagai dimensi. Oleh karena cakupan ruang lingkup kajiannya sangat luas dan banyak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, maka eksistensi referensi sebagai bahan untuk memetakan orientasi yang tepat menjadi hal yang urgen. Kehadiran buku ini relevan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kajian yang diuraikan dalam buku ini diperlukan untuk memahami gambaran kondisi riil manajemen perpustakaan di lembaga pendidikan dengan berbagai tantangan dan solusi akademik yang perlu dilakukan. Oleh karena itu, buku ini sangat penting untuk dibaca oleh para akademisi, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Semua kegiatan yang berjalan di perpustakaan lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, tidak terlepas dari faktor internal dan eksternal, sehingga kedua faktor tersebut perlu disikapi dengan hasil kajian yang mendalam. Buku ini mencoba mengangkat permasalahan tersebut sebagai landasan guna menata manajemen perpustakaan lembaga pendidikan.
Kajian inilah yang disuguhkan oleh penulis dalam buku ini, khususnya yang berkaitan dengan dinamika manajemen perpustakaan di lembaga pendidikan dengan analisis kebijakan publik di perpustakaan dalam upaya penigkatan pendidikan nasional. Menarik untuk dibaca, diketahui dan didiskusikan sebagai sumbangsi pemikiran yang orisinil baik bagi masyarakat umum dan lebih urgen lagi bagi kalangan akademisi, mahasiswa dan dosen guna mensinergikan karya-karya ilmiah dengan dinamika perkembangan peradaban manusia.
Kumpulan Permainan Kreatif untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Buku ini dirancang khusus untuk orang tua, guru atau pendamping anak berkebutuhan khusus guna membantu anak-anak berkebutuhan khusus mengeksplorasi dunia mereka melalui permainan yang dirancang secara kreatif. Dalam buku ini pembaca akan menemukan kumpulan permainan yang menyenangkan dan membangun, dirancang khusus untuk mendukung perkembangan anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus. Buku ini berisi permainan sederhana mulai dari yang melibatkan kertas dan pensil hingga proyek seni yang lebih kompleks, setiap aktivitas didesain untuk menstimulasi imajinasi, keterampilan motoric, dan kreativitas anak-anak.
Pembelajaran matematika selama ini masih sering dipersepsikan sebagai pembelajaran yang abstrak, sulit, dan jauh dari kehidupan sehari-hari siswa. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran yang cenderung prosedural serta penggunaan media pembelajaran yang kurang mampu menjembatani konsep matematika dengan realitas kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan media pembelajaran yang dapat membantu siswa membangun pemahaman konsep secara bertahap dan bermakna.
Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) menawarkan pandangan bahwa matematika merupakan aktivitas manusia yang berangkat dari realitas dan pengalaman siswa. Pendekatan ini menekankan penggunaan masalah kontekstual, proses matematisasi, serta peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan, integrasi pendekatan RME ke dalam media pembelajaran digital, khususnya E-booklet, menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Buku dengan judul “Ekonomi Pembangunan Islam” ini hadir di tengah-tengah upaya global mencari paradigma pembangunan alternatif yang tidak hanya mengejar pertumbuhan material, tetapi juga menjamin keadilan, keberlanjutan, dan kebahagiaan yang holistik. Sistem ekonomi konvensional sering kali menuai kritik akibat kesenjangan yang lebar, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, dan pengabaian terhadap dimensi spiritual manusia. Dalam konteks inilah, Ekonomi Pembangunan Islam menawarkan sebuah visi yang berakar pada nilai-nilai ketuhanan (tauhid) dan kemanusiaan.