Buku ini terdiri dari 8 bab. Dimulai dari Bab I menjelaskan tentang urgensi masjid bagi umat Islam, Bab II menjelaskan konsep pendidikan masjid, Bab III membahas tentang masjid sebagai pusat pendidikan Islam masa klasik, Bab IV menjelaskan hubungan pendidikan masyarakat berbasis masjid, Bab V menjelaskan pendidikan Islam di masjid, Bab VI menganalisis masjid dan pesantren di Lombok, Bab VII membahas tentang indigenous masjid dan pesantren di Lombok dan Bab VIII masjid sebagai ritual keagamaan masyarakat Sasak di Lombok. Penulisan di dalam buku ini, di setiap bab yang ada di dalamnya tersusun sedemikian rupa secara sistematis yang memudahkan para pembaca dalam membaca dan memahami isi buku ini. Setelah penyusunan buku ini penulis berharap akan ada kelanjutannya yang bersifat membangun dan baik.
Buku ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan memanfaatkan media game digital yang berbasis karakter mengacu Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5 PPRA) sebagai sarana pendukung pembelajaran. Dengan memadukan karakter-karakter yang disukai oleh anak-anak dengan konten pendidikan yang relevan, diharapkan dapat memperkuat motivasi belajar mereka.
Karakter-karakter dalam game digital yang disajikan dalam buku ini dipilih secara cermat berdasarkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, dan karakter-karakter mengacu Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5 PPRA) yaitu berkeadaban (ta’addub), keteladanan (qudwah), kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), mengambil jalan tengah (tawassuṭ), berimbang (tawāzun), lurus dan tegas (i’tidāl), kesetaraan (musāwah), musyawarah (syūra), toleransi (tasāmuh), dan dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr). Selain itu, strategi pengembangan game yang disertakan di sini diharapkan dapat membantu para guru dalam merancang aktivitas belajar yang mengasyikkan dan mendidik.
Buku ini berjudul “Melukis Masa Depan Pendidikan Indonesia yang Berkemajuan dan Berkeadaban”. Tema ini diangkat dalam buku ini untuk memberikan landasan berpikir dan catatan kritis tentang pendidikan di Indonesia secara umum. Berbagai isu diangkat di dalam buku ini mulai dari yang bersifat konseptual dan implementatif. Keberagaman judul yang disampaikan dalam buku ini merupakan ekspresi dan aktualisasi dari penulis untuk memberikan perspektif tentang dinamika dan fenomena pendidikan di Indonesia. Melukis masa depan pendidikan Indonesia yang berkemajuan dan berkeadaban sebagai bentuk refleksi pemikiran dan hasil studi yang telah dilakukan oleh para penulis diharapkan dalam memberikan warna dalam khasanah pengetahuan tentang pendidikan di Indonesia.
Memahami Isu Global Kontemporer mengelaborasi 24 isu global yang menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isu global tersebut sering dibaca di media, akan tetapi tidak semua memahaminya dengan baik. Buku ini berupaya sebagai pengantar untuk memahami isu global tersebut.
Buku dimulai dengan beberapa isu seperti pengungsi, melawan terorisme, dekolonisasi, mengakhiri kemiskinan, perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender. Selain itu, juga membahas isu hukum internasional dan keadilan, migrasi internasional, demokrasi, populasi, kepemudaan, big data untuk pembangunan berkelanjutan, Keselamatan anak dan remaja di Internet, energi atom, pelucutan senjata dan kesehatan. Buku ini juga membahas terkait pangan, penuaan, AIDS, Afrika, lautan dan hukum kelautan, air dan perubahan Iklim.
Buku ini penting dibaca oleh masyarakat umum yang berminat untuk memahami isu-isu global kontemporer. Pemahaman akan isu global memberi nutrisi pada pemikiran kita terkait hal-hal besar yang terjadi di planet bumi yang sedikit banyaknya akan berpengaruh pada masyarakat dunia.
Kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika. Namun, fakta menunjukkan bahwa berbagai bentuk kekerasan seksual masih terjadi dan hal tersebut sering kali disertai budaya diam, relasi kuasa yang timpang, dan praktik victim blaming. Kondisi ini memperparah penderitaan korban sekaligus menghambat upaya pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tidak hanya menitikberatkan pada regulasi, tetapi juga pada transformasi budaya kampus melalui pendidikan psikologis dan sosial yang berkelanjutan.
Buku ini kami susun dengan mencoba menawarkan jawaban dengan menghadirkan konsep psikoedukasi sebagai strategi intervensi yang efektif. Psikoedukasi tidak hanya memberikan pengetahuan kognitif tentang kekerasan seksual, tetapi juga membekali mahasiswa dan komunitas kampus dengan keterampilan emosional, dukungan sebaya, hingga langkah konkret dalam menghadapi situasi darurat. Melalui pendekatan ini, mahasiswa bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan kampus yang lebih aman.
Isi buku ini disusun secara sistematis, dimulai dari kerangka teoritis dan regulasi, hingga konsep psikoedukasi dalam konteks pencegahan kekerasan seksual. Selanjutnya, pembaca akan diajak untuk memahami model intervensi berbasis psikososial, strategi implementasi di perguruan tinggi, hingga sesi praktik berupa simulasi dan role play. Harapannya, buku ini dapat menjadi panduan praktis yang aplikatif, baik bagi mahasiswa, dosen, Satgas PPKS, maupun pemangku kebijakan kampus.
Buku tentang Character Building ini hadir sebagai panduan untuk para pembaca yang peduli dengan pengembangan diri dan peningkatan karakter pribadi. Di zaman yang penuh tantangan ini, perhatian terhadap karakter dan nilai-nilai moral menjadi semakin penting. Kita hidup dalam masyarakat yang kompleks dan beragam, di mana setiap individu harus memiliki fondasi karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai situasi dan mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk memberikan panduan dan inspirasi dalam membangun karakter yang unggul di berbagai aspek kehidupan, terutama di lingkungan perguruan tinggi.
Buku ini merupakan panduan komprehensif yang menggali peran penting literasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Melalui pemahaman mendalam tentang konsep membaca dan praktik terbaik dalam konteks pendidikan, buku ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis bagi para pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan. Dalam setiap babnya, pembaca akan dibawa untuk memahami betapa esensialnya membaca dalam proses pendidikan, serta bagaimana membangun lingkungan yang mendukung keterampilan membaca siswa. Mulai dari strategi menciptakan lingkungan membaca yang kondusif hingga teknik-teknik membaca efektif, buku ini dirancang untuk menginspirasi perubahan positif dalam praktik pendidikan sehari-hari. Bagian “Best Practice Membaca dalam Pendidikan” menguraikan definisi best practice dan menyajikan studi kasus implementasi di sekolah dasar, serta menawarkan tahapan implementasi dan evaluasi untuk memastikan keberhasilan dalam meningkatkan budaya membaca di lingkungan pendidikan. Buku ini juga menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan budaya membaca, baik bagi sekolah dan guru, pemerintah dan pembuat kebijakan, serta orang tua dan masyarakat secara luas. Diharapkan bahwa langkah-langkah strategis yang disajikan akan memberi dorongan baru untuk menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik.
Hukum seharusnya menjadi rumah yang melindungi setiap warga negara tanpa terkecuali. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa akses terhadap keadilan masih timpang: kelompok rentan, miskin, perempuan, anak, penyandang disabilitas, hingga minoritas kerap menghadapi hambatan struktural maupun kultural untuk memperoleh hak-hak dasarnya.
Buku ini hadir untuk menjawab kegelisahan tersebut. Dengan memadukan pendekatan teoritis, kerangka regulasi, hingga praktik lapangan, penulis menguraikan secara komprehensif peran advokat dan lembaga bantuan hukum dalam memperjuangkan keadilan substantif. Tidak hanya membahas aspek litigasi, buku ini juga menyoroti strategi non-litigasi, pendidikan hukum masyarakat, hingga pemanfaatan media dan teknologi dalam advokasi.
Lebih dari sekadar panduan, buku ini merupakan refleksi kritis atas perjalanan panjang gerakan bantuan hukum di Indonesia. Ia menampilkan studi kasus nyata, praktik baik, serta dilema etik yang dihadapi advokat dalam memperjuangkan hak kelompok terpinggirkan. Melalui itu semua, pembaca diajak memahami bahwa profesi advokat bukan semata profesi hukum, melainkan juga panggilan moral untuk menghadirkan keadilan sosial.
Penerbit berharap buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi mahasiswa hukum, advokat, paralegal, aktivis, akademisi, maupun siapa pun yang peduli pada isu keadilan. Semoga kehadirannya mampu memperluas kesadaran bahwa hukum hanya akan bermakna jika benar-benar dapat diakses dan dirasakan oleh semua orang, terutama mereka yang paling rentan.
UMKM pangan lokal memegang peranan penting dalam perekonomian daerah sekaligus pelestarian budaya kuliner Nusantara. Namun di era persaingan global dan transformasi digital, UMKM tak lagi cukup hanya bertahan, mereka perlu naik kelas dan berorientasi pasar internasional. Buku ini menyajikan panduan menyeluruh untuk pelaku UMKM pangan lokal agar mampu memahami peran strategis UMKM, menganalisis pasar dan peluang ekspansi, hingga membangun daya saing berbasis kualitas dan inovasi.
Anda akan diajak menyusun strategi produk dan harga yang relevan dengan tren pasar, memperkuat bisnis dengan pemasaran digital, dan mengoptimalkan promosi yang efektif. Pembahasan dilanjutkan dengan cara membangun branding UMKM pangan lokal, serta pentingnya manajemen SDM dan analisis lingkungan bisnis Pada bagian terakhir, buku ini membuka cakrawala UMKM menuju global lewat strategi ekspor-impor dan kemitraan internasional. Ditulis dengan pendekatan praktis dan bahasa yang komunikatif, buku ini menjadi referensi penting dan relevan tidak hanya bagi pelaku UMKM, tetapi juga bagi pemerintah daerah, pendamping usaha, akademisi, dan mahasiswa. Buku ini juga dapat dijadikan panduan dalam merancang kebijakan, kurikulum, maupun program pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dan berorientasi global. Naik kelas, go digital, dan menembus pasar global, semuanya dimulai dari sini!
Bagaimana iman dapat membumi dalam kehidupan nyata mahasiswa di perguruan tinggi? Buku ini menghadirkan strategi pengembangan religiositas yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah. Dengan pendekatan yang sistematis, karya ini membahas peran pendidikan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai spiritual,memperkuat identitas keislaman, dan menumbuhkan karakter religius di tengah dinamika modernitas.Ditulis dengan gaya yang komunikatif, buku ini tidak hanya menjadi panduan bagi para pendidik dan pengelola kampus, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa untuk menjadikan iman sebagai pijakan dalam akademik, sosial, dan spiritualitas sehari-hari. Sebuah ikhtiar intelektual dan spiritual untuk mewujudkan generasi muda muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Buku ini hadir untuk mengeksplorasi salah satu upaya kontekstualisasi tasawuf di era modern melalui pemikiran dan inovasi spiritual Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidi dalam Tarekat Naqsyabandiyah. Sebagai seorang tokoh spiritual kontemporer dari Aceh, Abuya Amran Waly telah memberikan kontribusi signifikan dalam upaya membumikan ajaran tasawuf klasik ke dalam konteks kekinian. Melalui Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) dan pengembangan Ratèb Siribéé, beliau telah menunjukkan bahwa ajaran spiritual Islam dapat adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan kedalaman maknanya.
Keunikan pemikiran Abuya Amran Waly terletak pada kemampuannya menyintesiskan berbagai elemen tasawuf – dari tradisi Naqsyabandiyah Khalidiyah hingga konsep wahdatul wujud – ke dalam formulasi yang lebih mudah dipahami masyarakat kontemporer. Upayanya mengintegrasikan dimensi syariat dan hakikat, serta inovasinya dalam metode dakwah dan pengajaran, menawarkan model spiritualitas yang menjanjikan di tengah kompleksitas kehidupan modern.
Buku ini merupakan hasil penelitian mendalam terhadap pemikiran dan kontribusi Abuya Amran Waly dalam perkembangan tasawuf kontemporer di Indonesia. Melalui analisis terhadap karya-karya dan aktivitas spiritualnya, buku ini berupaya menghadirkan perspektif baru dalam memahami dinamika tasawuf di era modern. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek teoretis pemikiran tasawuf, tetapi juga dimensi praktis dan implikasinya dalam kehidupan sosial-keagamaan.
Hadirnya buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi diskursus tasawuf kontemporer di Indonesia. Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pegiat spiritual, akademisi, maupun pembaca umum yang tertarik memahami bagaimana ajaran tasawuf klasik dapat direvitalisasi dan direlevansikan dengan konteks kekinian.
Bagian pertama buku ini membahas beberapa isu strategis untuk ‘memajukan pendidikan’ kita. Para penulis mengelaborasi apa saja isu-isu strategis pendidikan dalam pandangan mereka. Di antara mereka mengulas soal ‘angka dan adab’—dua hal krusial yang sejatinya perlu berjalan sinergis. Bagian ini semacam gerbang yang mengantarkan kita terkait garis besar pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan. Selanjutnya, buku ini mengelaborasi terkait sekolah, yakni dalam kualitas dan inovasi. Rekrutmen guru menjadi hal penting di salah satu tulisan ini, begitu juga soal kemitraan antara orang tua dan sekolah yang harus seiring-sejalan. Cerita seorang kepala sekolah Sekolah Penggerak menarik untuk diikuti. Bagian kedua terdiri dari tulisan terkait literasi, religiusitas, dan pembelajaran. Kata kuncinya adalah kreativitas, suatu elaborasi jiwa-raga yang menghasilkan karya-karya terbaik untuk masyarakat. Kreativitas terutama melibatkan pengetahuan. Maka, mengasah pengetahuan menjadi teramat penting untuk menjadi pribadi pembelajar yang kreatif.
Buku ini disusun dengan tujuan memberikan inspirasi, gagasan, serta praktik pembelajaran inovatif yang dapat diaplikasikan oleh para pendidik dalam menghidupkan suasana kelas. Melalui pemanfaatan teknologi digital, strategi pembelajaran yang variatif, dan pendekatan yang humanis, diharapkan IPS tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, tetapi justru menjadi wahana bagi peserta didik untuk belajar berpikir kritis, berkolaborasi, dan peka terhadap permasalahan sosial di sekitarnya.
Pariwisata gastronomi saat ini tidak lagi dipahami sekadar sebagai aktivitas menikmati makanan, melainkan telah berkembang menjadi pengalaman budaya yang menyeluruh. Makanan menjadi medium untuk mengenal sejarah, tradisi, nilai sosial, hingga identitas suatu daerah. Seiring dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman autentik dan berkelanjutan, gastronomi menjadi tren penting yang mampu mendorong pengembangan destinasi, ekonomi kreatif, serta pelestarian warisan kuliner lokal.
Buku ini disusun untuk memberikan pemahaman dasar hingga kontekstual mengenai pariwisata gastronomi, mulai dari konsep dan karakteristiknya, keterkaitannya dengan budaya dan keberlanjutan, hingga tren dan tantangan yang dihadapi pada era pariwisata global saat ini. Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi pariwisata, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada pengembangan pariwisata berbasis kuliner.
Di dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk: Mengenal pengertian madzhab dan imam, serta bagaimana munculnya madzhab-madzhab dalam sejarah Islam. Memahami prinsip dan metode perbandingan madzhab beserta langkah-langkah praktis dalam mengkajinya. Menyimak contoh-contoh perbedaan hukum fiqih yang sering diperdebatkan, lengkap dengan dalil dan dasar argumentasi masing-masing madzhab. Mengenal para imam besar baik dalam bidang fiqih, akidah, maupun tasawuf, yang telah memberi kontribusi besar dalam perkembangan ilmu-ilmu Islam. Mengetahui kitab-kitab utama yang menjadi rujukan penting dalam kajian perbandingan madzhab, beserta pengantar (muqaddimah) penulisnya. Dan ditutup dengan tabel untuk memahami perbandingan madzhab dan pembahasan mengenai pertentangan dalil.
Buku “Menginspirasi Perubahan Kekuatan Kecil dalam Menciptakan Harmoni Sekolah” mengisahkan berbagai perjuangan, pengalaman serta pelajaran yang dirasakan kemudian dilukiskan melalui goresan tinta menyuguhkan perubahan yang penulis lakukan sebagai bagian dari tugas dalam menunaikan amanah sebagai seorang leader. Banyak hikmah dan pelajaran serta motivasi yang penulis maknai dari kisah perjalanan untuk merefleksikan diri belajar menjadi insan yang lebih dapat memantaskan diri. Sepenggal kisah yang bisa memberikan guratan garis kehidupan dan rasa syukur kepada Sang Pemilik kehidupan atas ridho-Nya jualah penulis memasrahkan diri. Semoga buku sederhana ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis serta memberi arti dan menjadi sumber inspirasi dalam melakukan perbaikan diri.