Risalah Rapat Pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta – Jilid 5
Risalah Rapat Pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta – Jilid 6
Risalah Rapat Pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta – Jilid 7
Riset Manajemen Sumber Daya Manusia Menggunakan Aplikasi Atlas.ti
Metode kualitatif juga bisa menggunakan software sebagai alat bantu olah data. Bahkan tidak sekadar olah data, software Atlas.ti juga bisa digunakan untuk membantu peneliti membuat literature review. Hal ini cukup menarik, bukan?
Seiring perkembangan teknologi, manusia ingin mencari efisiensi dan efektivitas waktu sehingga konon kesan penyelesaian metode kualitatif lama dilakukan secara manual, kini sudah dapat terbantukan dengan teknik olah data tool statistic Atlas.ti. Buku ini selain memaparkan teori, juga dilengkapi dengan aplikasi teori dalam praktik beserta contoh.
RITUAL WONGE: CERITA, MAKNA DAN JEJAK BUDAYA TERNATE
Buku ini menghadirkan dokumentasi mendalam mengenai Ritual Wonge, sebuah tradisi sakral masyarakat Ternate yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara masa lalu dan masa kini. Penulis mengajak pembaca memahami bahwa Wonge bukan sekadar upacara seremonial semata, melainkan sebuah sistem pengetahuan lokal yang melibatkan interaksi harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur atau yang dikenal sebagai baba ete. Di tengah deru modernitas, naskah ini mengingatkan kita pada cara-cara halus masyarakat Ternate dalam merawat kehidupan dan menjaga keseimbangan semesta.
Melalui penelusuran yang komprehensif, buku ini mengupas tuntas tata cara dan makna di balik setiap prosesi ritual, mulai dari penggunaan musik tradisi seperti tifa dan saragi, tarian salai, hingga fungsinya sebagai media pengobatan tradisional. Lebih jauh lagi, pembaca diajak menyelami filosofi inti Jou Se Ngofangare (hubungan Tuhan dan Hamba), yang menjadi landasan spiritual masyarakat Ternate dalam memandang diri mereka di hadapan Sang Pencipta dan leluhur. Buku ini memperlihatkan bagaimana ritual menjadi mekanisme psikologis untuk ketenangan batin sekaligus ruang konservasi ekologi bagi lingkungan sekitar.
Sebagai upaya pelestarian budaya, karya ini hadir untuk menjawab tantangan zaman yang mengancam kepunahan tradisi lisan di kalangan generasi penerus. Buku ini tidak hanya ditujukan sebagai arsip sejarah, tetapi juga sebagai materi edukasi karakter bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan akar budayanya. Dengan gaya bahasa yang mengalir namun tetap berpegang pada fakta lapangan, penulis berharap buku ini menjadi pemantik kesadaran kolektif untuk terus menjaga dan memaknai kembali warisan kearifan lokal Nusantara.
Rumah Kedua dan Cerita Lainnya
Ragam skenario film pendek ini merupakan hasil pemikiran dan imajinasi yang lahir dari keinginan untuk menyampaikan pesan tentang keberanian, ekspresi, dan pengalaman masing-masing penulis. Ragam penulisan skenario film pendek ini terinspirasi oleh kisah-kisah kehidupan sehari-hari yang penuh makna. Kehidupan sebuah perjalanan yang penuh liku-liku, dan harapannya skenario film pendek ini dapat menjadi cermin bagi setiap pembaca untuk merenungkan tentang arti keberanian dalam menghadapi tantangan dan pengalaman hidup. Kumpulan skenario film pendek dalam buku ini adalah bagian dari bentuk ekpresi yang diwujudkan melalui cerita film fiksi. Skenario film pendek ini merepresentasikan cerita yang sesuai dengan latar belakang penulisnya masing-masing. Skenario film pendek dalam buku ini berjumlah 10 judul yang terdiri dari “Cintaku Remajaku”, “Kemauan dan Misteri”, “Rumah Kedua”, “Di Penghujung Malam”, “Silent Battle”, “CRUSH”, “Keluar Zona Nyaman”, “Jejak Pulang”, “Mamah, maafkan Aku”, “TUMBUH”. Semoga buku skenario film pendek ini bisa memberikan manfaat bagi pembacanya.
Saat Diam Menjadi Doa
Pemilihan tapa bisu dalam tradisi kirab malam satu suro di Keraton Surakarta sebagai objek kajian didasari pada keresahan penulis terkait antusiasme masyarakat yang melihat prosesi tradisi tersebut jatuh kepada Kerbau Bule yang ada di Keraton Surakarta. Dengan buku ini, penulis mengulik makna dibalik tradisi yang dilakukan pada bulan Suro untuk memperingati tahun baru tersebut. Dengan menyingkap dimensi spiritual dan nilai-nilai sufistik dalam tradisi tersebut, penulis ingin menunjukkan bahwa tapa bisu bukanlah sekadar warisan budaya leluhur, tetapi tapa bisu inilah yang digunakan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan dengan pengendalian diri, introspeksi, dan penyucian batin. Penulis juga ingin menunjukkan bahwa tapa bisu dan tasawuf memiliki persinggungan melalui eksplorasi nilai sufistik yang dilakukan dengan menggali pengalaman para praktisinya. Ketertarikan penulis untuk meneliti dimensi sufistik dari tapa bisu dalam tradisi kirab malam satu Suro ini dilatarbelakangi oleh kemiripan spiritualitas dalam budaya Jawa dengan tasawuf. Dalam buku ini penulis menggali aspek spiritualitas dalam tradisi lokal masyarakat Jawa. Dengan terselesaikannya buku ini diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk menggali dan mencari nilai-nilai dalam tradisi yang masih lestari hingga saat ini dan menyesuaikannya dengan agama yang dipeluk oleh masing-masing individu agar mampu menyelami kedalaman makna dibalik tradisi tersebut.
Sains dalam Islam
Buku ini menguraikan bagaimana ”Sains dalam Islam” tidak hanya berbicara tentang fakta empiris yang dapat diobservasi, tetapi juga menyentuh aspek filosofis, Pragmatik (penggunaan bahasa sesuai konteks) lebih kepada moralitas berinteraksi dan spiritual. Sebagai agama yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, Islam telah lama menjadi motor penggerak dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari astronomi, kedokteran, matematika, hingga filsafat alam. Perlu dicatat bahwa istilah ”Sains dalam Islam” berbeda dari ”Sains dan Islam” yang pertama menunjukkan bahwa sains berkembang dalam kerangka ajaran Islam dan nilai-nilai spiritualnya, sementara yang kedua lebih mengarah pada hubungan antara dua konsep yang dapat dipertimbangkan secara terpisah. Konsep-konsep yang dikaji dalam buku ini menunjukkan bahwa Islam tidak menempatkan ilmu sebagai sesuatu yang terpisah dari keimanan, tetapi justru sebagai bagian integral dari kehidupan seorang Muslim. Buku ini juga mencoba menggali hubungan antara Sains dalam Islam, bukan sekadar sains dan Islam sebagai dua entitas yang terpisah. Dalam banyak perdebatan kontemporer, sains sering diposisikan sebagai entitas yang bertentangan dengan agama. Padahal, dalam Islam, sains dan agama saling mendukung dan memperkaya dan Al-Qur’an itu sendiri adalah ”Sains”. Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi yang membuktikan bahwa Islam bukan hanya sejalan dengan sains, tetapi juga telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangannya.
Sakinah Sampai Surga
Buku ini membahas tentang keluarga sakinah di dalam surga. Buku ini berusaha memberikan gambaran tentang keluarga sakinah di surga dan nikmat yang mereka peroleh di dalamnya sebagai balasan atas iman dan amal mereka di dunia ini. Beberapa ayat yang dikaji mengambarkan orang-orang yang masuk ke surga bersama keluarganya. Ayat-ayat ini dikumpulkan dan dibahas dalam perspektif tafsir maudhui atau tematik. Yaitu mengumpulkan ayat-ayat yang berbicara tentang hal yang sama, topik yang sama, kemudian mencari tafsirnya dari kitab-kitab para ulama. Tidak banyak ayat dalam Al Quran yang berbicara khusus tentang thema ini. Ayat-ayat tersebut selanjutnya dibahas dengan mengutip penafsiran para ahli tafsir dan penulis berusaha memberi komentar seperlunya dan mengambil kesimpulan dari ayat yang dibahas tersebut.
Samarinda: Sejarah, Pemerintahan, dan Perkembangan Kota di Tepian Sungai Mahakam
Sejarah Samarinda bukan hanya tentang rentetan peristiwa atau perubahan zaman, melainkan juga tentang orang-orang yang telah memberikan warna dalam setiap langkah pembangunan kota ini. Salah satu tokoh yang tak bisa diabaikan dalam lembaran sejarah modern Samarinda adalah Wali Kota Andi Harun. Di masa jabatannya, Andi Harun membawa perubahan signifikan yang tak hanya mengubah wajah kota, tetapi juga menghidupkan kembali harapan warga akan masa depan yang lebih baik. Dengan visi yang jelas dan semangat tanpa henti, ia menggagas berbagai inovasi, mulai dari penataan ulang kawasan kumuh hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial kota. Samarinda kini bukan hanya kota di tepian sungai, tetapi juga simbol kebangkitan dan perubahan.
Dalam tulisan ini memberikan penjelasan tentang sejarah, pemerintahan, dan perkembangan kota Samarinda. Dari awal berdirinya hingga keberhasilan yang diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, yang menjadikan sebuah kota di tepian Sungai Mahakam mampu merajut mimpi dan merealisasikannya menjadi nyata. Buku ini memberikan sensasi menjelajahi jejak-jejak yang mengiringi transformasi Samarinda menjadi kota yang kian maju dan berkembang, seraya tetap menjaga jati dirinya sebagai kota di tepian sungai yang sarat akan makna dan harapan.
Santri Agen Dakwah Digital Menangkal Intoleransi di Dunia Digital Melalui Upskilling Dakwah Santri
Media sosial, santri dan dunia digital ibarat dua mata pisau yang satu sisi menjadi sarana dakwah, belajar, dan memperluas wawasan. Sedangkan di sisi lain, ia juga dapat memicu kesalahpahaman, konflik, perasaan baper hingga melemahkan adab dan akhlak bila tidak disikapi dengan kedewasaan. Buku ini hadir untuk mengajak para santri agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren.
Kami berharap buku ini dapat menjadi teman refleksi bagi para santri, pendidik, dan generasi muda Islam dalam membangun karakter santri digital yang tidak mudah tersulut emosi, tidak reaktif terhadap provokasi, serta mampu menjadikan teknologi sebagai sarana kebaikan. Semoga buku ini membawa manfaat, menambah kesadaran, dan menjadi bagian dari upaya melahirkan santri yang kuat iman, luas wawasan, dan agen dakwah yang tangguh di era digital
Sara Pataanguna: Nilai-nilai Akhlak dalam Falsafah Hidup Buton
Buku ini hadir sebagai upaya untuk menggali dan memahami lebih dalam kearifan lokal yang terkandung dalam falsafah Buton Sara Pataanguna, serta relevansinya dengan nilai-nilai akhlak dalam Islam. Falsafah Buton Sara Pataanguna merupakan warisan budaya luhur yang mengandung nilai-nilai luhur tentang tanggung jawab manusia terhadap Tuhan, alam, dan sesama. Nilai-nilai ini memiliki keselarasan yang erat dengan nilai-nilai akhlak dalam Islam, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan.
Buku ini terdiri dari lima bab yang membahas secara komprehensif tentang falsafah Buton Sara Pataanguna dan nilai-nilai akhlak dalam Islam. Bab pertama memberikan pengantar tentang falsafah Buton, bab kedua membahas nilai-nilai akhlak dan tanggung jawab manusia, bab ketiga mengulas secara umum tentang falsafah Buton Sara Pataanguna, bab keempat membahas tanggung jawab dalam falsafah Buton Sara Pataanguna dan keselarasan dengan nilai-nilai akhlak dalam Islam, dan bab kelima merupakan penutup.
Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan kajian tentang kearifan lokal dan nilai-nilai akhlak. Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Buton pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Sarana dan Prasarana Olahraga
Buku ini membahas tentang manajemen sarana dan prasarana yang baik agar dapat memaksimalkan penggunaannya. Dalam buku ini, pembaca akan menemukan berbagai informasi penting tentang sarana dan prasarana olahraga, termasuk perencanaan, pengadaan, dan pengelolaannya. Semoga buku ini dapat memberikan wawasan baru dan bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sarana dan prasarana olahraga. Tujuan penulis membuat buku ini adalah untuk membantu menambah wawasan dan memahami lebih dalam tentang sarana & prasarana olahraga. Selain itu, tujuan penulisan buku ini yaitu untuk memberikan referensi tambahan khususnya pada perencanaan dan telaah kurikulum pembelajaran olahraga.
SARO-SARO: Refleksi Budaya Etnik Ternate dalam Ungkapan Pernikahan Kajian Lingkuistik Antropologi
Buku berjudul Saro-saro: Refleksi Budaya Etnik Ternate dalam Ungkapan Pernikahan menyajikan pengetahuan praktis mengenai ungkapan tuturan masyarakat Ternate dalam peristiwa perkawinan adat. Salah satu rangkaian ritual dalam pernikahan adat Ternate yang disebut dengan ritual saro-saro. Yang dimaksud dalam ungkapan di sini adalah ungkapan tuturan lisan dalam ritual saro-saro dan bahasa nonverbal serta material makanan yang digunakan dalam ritual saro-saro.
Paparan data pengetahuan dalam buku ini merupakan kajian Linguistik Antopologi. Hasil kajian ini menambah keilmuan di bidang budaya, khususnya kajian budaya melalui bahasa. Tuturan bahasa yang dikaji dalam penelitian ini adalah tuturan ungkapan dalam tradisi budaya. Selain tuturan ungkapan verbal, buku ini juga menyajikan data penelitian dan analisis bahasa nonverbal dan simbol makanan dalam ritual makan saro.
Saur Derana
Semua cerita di dalam Saur Derana bukanlah sekadar kembang gula peristiwa maupun cerita imajinatif saja, melainkan sederetan kisah yang mengakomodir kebutuhan kita akan bacaan yang terasa lekat, relevan, dan memberikan paradigma baru, utamanya bagi suara kaum perempuan. Kosongkan sejenak pikiran dan luangkanlah waktu sejenak untuk memberikan konsen pada setiap kisah yang akan Anda baca. Persilakan mereka meretas pikiran Anda dengan kegelisahan yang selama ini dibungkam.
















