Perpindahan agama adalah fenomena yang lumrah terjadi dalam kehidupan manusia, khususnya fenomena perpindahan agama dari agama non Islam ke agama Islam. Fenomena tersebut merupakan suatu keputusan yang sulit bagi seseorang, karena menyangkut kehidupannya di dunia dan di akhirat. Banyak muallaf yang menemukan berbagai ujian hidup, bahkan banyak hal yang harus dikorbankan terutama adanya pertentangan dari keluaraga yang berujung pada perlakuan tidak menyenangkan, seperti diancam, dikucilkan, dan ada juga serangan fisik, karena dianggap mengkhianati agama sebelumnya yang dianut. Dengan buku ini, diharapkan para muallaf dapat memahami konsep agama secara utuh, sehingga religiusitas muallaf menjadi lengkap dan dapat berperan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada aspek psikis.
Buku ini merupakan bahan renungan secara filosofis atas amanat Gubernur sekaligus Raja yang bertahta di Kasultanan Yogyakarta, yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono X, terkait dengan visi-misi beliau mengenai Among Tani Dagang Layar, Menyongsong Abad Samudra Hindia dsb, yang kesemuanya bersentuhan dengan wilayah laut yang ada di DIY. Buku ini disusun sebagai bahan diskusi yang merupakan salah satu upaya untuk mengungkap maksud dan tujuan yang termaktup dalam hal tersebut, dengan pendekatan yuridis historikal terhadap kedaulatan Ngayogyakarta Hadiningrat di masa lampau, sesuai dengan persepsi hukum yang berlaku pada saat itu.
Buku di tangan pembaca ini membahas tentang kedudukan Isa sebagai Anak Tuhan dalam Al-Qur’an yang berfokus pada ayat-ayat tertentu dalam tafsir al-Rāzī. Dalam penafsiran al-Rāzī disebutkan bahwa umat Nasrani meyakini Isa sebagai anak biologis Allah dan anak adopsi Allah. Hal yang menarik dari buku ini adalah penulis tidak hanya berhenti pada pemaparan penafsiran al-Rāzī, melainkan penulis berupaya mengungkap di balik hasil penafsiran al-Rāzī dan dibandingkan dengan teologi umat Kristen. Dengan demikian, penulis menemukan titik terang tentang teologi yang dimaksud dalam penafsiran al-Rāzī serta teologi umat Kristen yang meyakini Isa sebagai Anak Tuhan.
Berbicara masalah teologi dapat dipastikan tidak akan pernah ada ujungnya, setiap penganut agama pasti merasa bahwa agama dirinya yang paling benar. Tujuan ditulisnya buku ini bukan untuk mencari tahu teologi atau ajaran agama mana yang benar dan salah, melainkan penulis berupaya untuk menjelaskan perbedaan tentang pemahaman Isa sebagai Anak Tuhan dan latar belakang terjadinya perbedaan tersebut. Penulis sudah berupaya secara objektif dalam menulis buku ini sehingga tidak ada keraguan terkait sisi keilmiahannya. Terlepas dari hal itu, penulis juga berharap dengan adanya buku ini tercipta saling menghargai dan tidak saling mencaci terhadap perbedaan teologi masing-masing antar umat beragama, khususnya Islam dan Kristen.
Buku ini berisi informasi terkait hasil identifikasi flora-fauna, program, inovasi program dan Kerjasama terkait pengelolaan keanekaragaman hayati yang telah terjalin antara Perusahaan, Pemerintah daerah dan Masyarakat di area luwu timur. Keanekaragaman hayati adalah berbagai bentuk kehidupan yang ada di daratan, udara dan perairan pada suatu ruang dan waktu, baik berupa tumbuhan, hewan, bahkan makhluk hidup terkecil seperti mikroorganisme merupakan komponen penting untuk memainkan peranan utama dalam ekosistem. Keanekaragaman hayati memiliki keterbatasan persebaran secara alami, sehingga tiap wilayah memiliki kekhasan dalam keanekaragaman hayatinya. Tingginya tingkat keanekaragaman hayati suatu wilayah memberikan peluang pemanfaatan yang lebih tinggi, karena semakin banyak pilihan dan cadangan yang dapat dimanfaatkan. Sulawesi Selatan sebagai bagian dari pulau Sulawesi, Indonesia terletak pada garis Wallacea yang kaya akan keanekaragaman hayati dan memiliki flora – fauna endemik. Wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi mempunyai peluang besar untuk memperoleh keuntungan dari pemanfaatan keanekaragaman hayati namun juga memiliki tantangan dalam menjaga secara lestari dan mengelola sumberdaya alamnya secara berkelanjutan. Perusahaan yang dimaksud dalam buku ini adalah perusahaan tambang dan pengolahan nikel nasional yang beroperasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan tahun 1968 yang berkomitmen dalam penambangan berkelanjutan sehingga sangat peduli terhadap keanekaragaman hayati. Buku ini dapat menjadi sarana informasi bagi pihak berkepentingan agar upaya pengelolaan keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh pihak swasta dapat terus berkelanjutan dengan melibatkan serta pemerintah daerah dan Masyarakat sehingga bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Buku ini membawa pembaca melintasi lorong-lorong politik yang kompleks, menyoroti tantangan, peluang, dan panggilan tindakan yang dihadapi dalam memperkuat sistem legislatif. Dalam buku ini, para penulis telah memadukan teori dan praktek, menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dan realitas lapangan. Setiap halaman dipenuhi dengan inti pemikiran yang tajam dan pengetahuan yang mendalam, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika politik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Dari analisis tentang partisipasi masyarakat dalam proses legislatif hingga peran teknologi informasi dalam meningkatkan transparansi, buku ini menyajikan landasan yang kokoh bagi siapa pun yang ingin memahami dinamika politik Indonesia secara lebih baik. Para pembaca akan dihadapkan pada pembahasan yang menggugah pikiran tentang bagaimana lembaga legislatif dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih demokratis dan akuntabel. Dengan gaya penulisan yang jelas dan lugas, buku ini tidak hanya menargetkan para akademisi dan praktisi politik, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mendalami isu-isu krusial yang memengaruhi arah politik dan kebijakan negara.
Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, tidak jarang kita merasa kehilangan arah dan terjebak dalam pusaran emosi negatif yang berkepanjangan. Melalui buku ini, saya ingin menawarkan sebuah jembatan, sebuah sarana untuk kembali kepada ketenangan jiwa yang sering terabaikan dalam hiruk-pikuk dunia modern.
Buku ini mengambil inspirasi dari kisah-kisah para sufi terdahulu yang telah menunjukkan kita cara hidup yang penuh dengan cinta, sabar, dan kebijaksanaan. Saya mengajak Anda untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip sufistik yang telah saya olah sehingga mudah dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Perlu dipahami bahwa kewargaan pada masa kini tidak lagi dipahami secara sempit sebagai status hukum semata (hubungan negara dengan warga negara), melainkan sebagai praktik sosial yang kontekstual, yang menuntut kesadaran identitas, partisipasi aktif, serta tanggung jawab moral warga negara. Oleh karena itu, buku ini berupaya mengaitkan konsep kewargaan dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia, termasuk isu sosial kemasyarakatan, lingkungan, teknologi digital, identitas nasional, keberagaman, integrasi nasional, demokrasi, serta tantangan kontemporer seperti disintegrasi sosial, korupsi, dan melemahnya nilai kebangsaan.
Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, generasi muda Indonesia terus menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian dapat berjalan beriringan. Mereka tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga menghadirkan solusi membangun ruang-ruang baru yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi. Buku ini lahir dari semangat itu: semangat untuk bergerak, memulai, dan memberi makna.
Buku ini membahas tentang KHR Ahid Sambas dari sudut pandang berbagai aspek. Seorang tokoh yang sangat dikagumi di semua kalangan yang dijelaskan secara lugas dalam tulisan buku ini. Materi dalam buku ini berupa mozaik kisah KHR Ahid Sambas, KHR Ilyas Abdullah, ayah KHR Ahid Sambas, kisah KHR Ahid Sambas menghadapi PKI, sudut pandang KHR Ahid Sambas tentang Hizbullah, dan Darul Islam, memori KHR Ahid Sambas tentang rapat penamaan banser, tentara mau menembak KHR Ahid Sambas, amalan berat KHR Ahid Sambas. Buku yang sangat menarik untuk dibaca.
Kiai Medsos adalah istilah yang lahir dari fenomena cara berdakwah para tokoh agama di ruang digital. Ruang digital menjadi lahan basah persebaran informasi, wacana, dan pusat legitimasi publik masa kini. Sayangnya kemudahan yang ditawarkan ruang digital justru menjadi boomerang bagi kampanye moderasi beragama di Indonesia. Toleransi bahkan nasionalisme di Indonesia menjadi taruhan akibat terjadinya narasi radikal yang bersebaran di ruang digital. Alih-alih mendinginkan suasana, ruang digital dengan narasi radikal menjadi penyulut isu intoleran dan keutuhan Indonesia sebagai nation stage.
Buku ini adalah kegelisahan saya atas kondisi moderasi beragama di ruang digital, padahal wacana moderasi beragama telah ditegaskan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sejak tahun 2019. Namun, aktualisasi wacana tersebut belum sepenuhnya tercipta, terutama di media sosial. Saya mencoba mengkaji kekurangan tersebut dengan mengeksplorasi peran “Kiai Media Sosial (Medsos)” Nahdlatul Ulama di Jawa Timur dalam menciptakan kontra-narasi kelompok Islam radikal. Kontra-narasi yang tercipta dari Kiai Medsos menjadi opsi alternatif informasi bagi masyarakat di ruang digital.
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai kalori, air dalam bahan pangan, reaksi kimia dalam sistem pencernaan, citarasa, asam, basa, pH, kandungan bahan pangan dalam skala molekuler, makronutrien, mikronutrien, dikaitkan dengan isu-isu kesehatan. Materi dilengkapi dengan tes formatif di tiap BAB sehingga, buku ini dapat menjadi awalan, pengantar bagi pembaca.
Buku ini berisi tentang bahan ajar pengembangan untuk menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi. Diharapkan Buku Kimiawan dalam Peradaban Islam ini akan menjadi referensi bagi siswa SMA/MA khususnya yang berada di satuan pendidikan Aliyah dan Pondok Pesantren juga dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh pihak-pihak di atas untuk menambah wawasan pengetahuan mengenai kimiawan muslim dan kontribusinya hingga saat ini, serta dapat meneladani para tokoh agar lebih giat dalam mempelajari ilmu kimia.
Penulisan cerpen ini melalui pendekatan empiris atau yang disebut tell story experience sehingga lebih mudah melakukan penggambaran, lebih bisa merasakan emosi, serta mendapatkan intuisi. Di dalam kumpulan cerpen Kitab Suci Para Anjing ini, Anda akan disuguhkan oleh realita kehidupan dan dijamin, Anda akan menemukan keterwakilan dari kisah-kisah di dalamnya.
Pembaca boleh menginterpretasikan makna dibalik sebuah kisah Kitab Suci Para Anjing atau Wasiat Ibu yang menceritakan seorang pemuda yang hidup dilingkungan urban sehingga ia lupa dengan kampung halamannya, atau cerita-cerita yang lain seperti Lapar, Mendung Itu seperti Bayangan Bapak atau yang lainnya. Bagi para pembaca kumpulan cerpen ini, jangan kaget, sebab terdapat ledakan atau kejutan di setiap bagian ceritanya. Mohon maaf, jika kumpulan cerpen ini membuat Anda terenyuh. Selamat membaca!
Kolaborasi Keluarga Sehat: Membangun Pola Asuh Efektif, Pendidikan Keluarga, dan Gizi Anak yang Optimal adalah panduan untuk menciptakan keluarga yang mendukung perkembangan anak secara komprehensif. Buku ini membahas pentingnya pemahaman psikologi parenting untuk membentuk pola asuh yang efektif, serta peran keluarga dalam pendidikan dan perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Selain itu, buku ini mengupas tentang kebutuhan gizi anak, dampak kurangnya gizi terhadap kesehatan fisik dan mental, serta pengaruh kesehatan mental orang tua terhadap anak. Dengan pendekatan disiplin positif, buku ini memberikan strategi untuk membangun kemandirian dan kepercayaan diri anak. Buku ini juga menekankan pentingnya pendidikan keluarga dan orang tua sepanjang hayat, serta memberikan solusi praktis untuk mengatasi anak pemilih makanan dengan menu sehat yang mendukung pertumbuhannya. Secara keseluruhan, buku ini menawarkan wawasan dan tips praktis untuk orang tua dalam membesarkan anak yang sehat, cerdas, dan mandiri.
Semua makhluk melata di muka bumi ini tidak usah khawatir akan kekurangan rezeki, sebab Allah Swt sudah menyediakan rezekinya. Segala yang berjalan, bergerak, merayap, dan menjalar, termasuk di dalamnya sekalian manusia, sudah tersedia rezekinya oleh Allah Swt. Setiap yang ada baik di darat, di laut dan di manapun Allah Swt pasti sudah mengetahuinya dan semuanya sudah tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuz). Pembagian rezeki, tempat lahir, tempat tinggal, dan tempat dikuburkan semuanya sudah ada catatannya oleh Allah Swt (Azhar, 1988: 16.17). Seorang mukmin harus percaya kalau rezeki itu datangnya dari Allah Swt, bukan dari Makhluk-Nya.
Komunikasi Publik merupakan salah satu kebutuhan esensi manusia, dengan Komunikasi antara individu dengan individu lainnya akan terjalin interaksi sehingga terwujud fungsi manusia sebagai makluk social (zoon Politicon), tanpa Komunikasi dan interaksi dengan orang lain manusia tidak bisa berkembang dengan baik, karena dengan terjadinya Komunikasi akan terjadi pula proses imitasi atau saling meniru hal-hal yang baik.
Komunikasi Publik dalam konteks aplikasinya jika berkelindan dengan Retorika Dakwah akan tercipta Komunikasi yang maksimal dan optimal. Komunikasi yang dielaborasi dengan kemampuan retorika yang baik, maka Komunikasi akan berlangsung menarik dan dinamis, lebih lagi ketika dakwah memberikan nilai-nilai positif didalamnya, Komunikasi akan memberikan nilai plus dan positif berupa pencerahan kepada publik.
Retorika Dakwah pada dasarnya sangat terkait erat dengan Komunikasi Publik, retorika menekankan pada penyampaian ide, gagasan, pesan kepada orang lain (publik) baik secara lisan maupun tulisan, sementara Komunikasi Publik lebih menekankan pada penyampaian ide, gagasan atau pesan kepada publik secara lisan dan secara langsung atau menggunakan media, baik media mainstrem maupun media social, sedangkan Komunikasi Massa lebih fokus pada Komunikasi dengan menggunakan media massa.