Sumatera Utara sebagai tonggak sejarah awal masuk dan berkembangnya umat Islam di Nusantara memiliki sejarah yang unik sekaligus kontroversial, termasuk dalam hal kapan masuknya Islam, Islam yang dari negara mana yang pertama datang, mazhab apa yang mereka bawa dan lain-lain. Dan salah satu keuniknya adalah dari berbagai daerah yang berdekatan dengan Barus sebagai titik nol perkembangan Islam di Nusantara hanya Tapanuli Selatan (78%) dan Mandailing Natal (97%) daerah yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Mandailing Natal dengan jumlah umat Islam yang hampir 100%, sempat mendapatkan julukan Serambi Makkahnya Sumatera Utara. Bagi cendikiawan muslim tentu fenomena tersebut bukan hanya sekedar unik namun penting untuk diteliti siapa atau kelompok mana saja yang membawa Islam ke Mandailing Natal, bagaimana pendekatan dakwah yang merekan gunakan, apa yang menjadi spirit dakwah mereka, apasaja yang mereka lakukan dalam upaya dakwah Islam di daerah ini sehingga ajaran Islam mudah diterima oleh masyarakat Mandailing Natal.
Upaya untuk menguraikan hal tersebut sudah dimulai oleh K.H. Ahmad Nasution dalam penelitiannya yang berjudul, Sejarah Da’wah Islamiah dan Perkembangannya di Sumatera Utara dan juga oleh Abbas Pulungan dalam bukunya yang berjudul, Perkembangan Islam di Mandailing. Dalam kedua buku tersebut diuraikan bahwa ada beberapa nama tokoh seperti Syekh Sulaiman al-Kholidi, Syekh Abdul Hamid, pasukan padri yang dipimpin oleh Tuanku Rao, Syekh Musthafa Husein Nasution dan lain sebagainya yang memilki peran besar dalam upaya dakwah Islam di Mandailing Natal, akan tetapi belum ada yang membahas secara komprehensif perjuangan tokoh-tokoh tersebut. Namun Keduanya sepakat bahwa Syekh Musthafa Husein Nasution adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam perkembangan Islam di Mandailing Natal. Buku ini membahas tentang sejarah dan priodesasi masuknya Islam di Mandailing Natal, kontribusi, gagasan, spirit dan gerakan Syekh Musthafa Husein Nasution terhadap Islam di Mandailing Natal.
Buku ini bisa menjadi salah satu referensi yang cukup komprehensif bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam sejarah Mandailing Natal, pemikiran, gagasa, spirit dan gerakan Syekh Musthafa Husein Nasution.
Buku ini mempersembahkan ragam tafsir di dunia Islam beserta tokoh-tokohnya, metode, karakteristik, dan pendekatan yang sangat varian antara satu tokoh mufasir dengan tokoh mufasir yang lain dari periode klasik hingga hingga periode modern-kontemporer. Karena bagaimana pun juga tafsir tidak muncul dari ruang yang hampa, tetapi ia ada sesuai kecenderungan autor-nya (baca; mufasirnya). Selamat membaca!
Buku ini menguraikan mengenai dinamika interpretasi (penafsiran) terhadap norma hukum didalam Undang-undang No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY (UUK), dengan mengajak pembaca untuk menilik terlebih dahulu tentang nilai filosofis maupun asas yang dituangkan dalam norma-norma perundang-undangan tersebut.
Buku ini disusun sebagai ungkapan keresahan dan keprihatinan atas bermacam-macam interpretasi dan pemaknaan atas Undang-undang No. 13 Tahun 2012, yang mana hampir setiap orang ‘merasa’ mampu, bisa dan pasti benar dalam memaknai perundang-undangan tersebut, tanpa memperhatikan nilai filosofis historis yang menjiwainya.
Beberapa point yang diuraikan didalam buku ini, sebenarnya dimaksudkan untuk menggiring opini public, juga memancing diskusi lebih lanjut perihal konteks dasar perundang-undangan tersebut hingga implementasinya setelah 10 tahun berlakunya Undang-undang No. 13 Tahun 2012 tersebut.
Surah Al-Fatihah merupakan surah yang sangat istimewa dalam Al-Qur’an. Ia bukan sekadar pembuka mushaf, melainkan inti ajaran Islam yang memuat prinsip-prinsip mendasar tentang tauhid, ibadah, doa, hidayah, serta orientasi hidup manusia. Tidak berlebihan jika para ulama menyebutnya sebagai Umm al-Kitab, induk Al-Qur’an, karena kandungan maknanya menjadi pintu masuk untuk memahami keseluruhan pesan wahyu Ilahi. Dalam perkembangan ilmu tafsir, Surah Al-Fatihah selalu menjadi perhatian para Mufassir dari masa ke masa. Setiap generasi menghadirkan pembacaan yang kaya sesuai konteks sosial, intelektual, dan tantangan zamannya. Para Mufassir kontemporer, dengan pendekatan yang lebih kontekstual, rasional, sosial, linguistik, dan spiritual, telah memberikan sumbangan penting dalam memperkaya pemahaman umat terhadap Surah Al-Fatihah. Mereka tidak hanya menjelaskan makna tekstual ayat, tetapi juga menampilkan relevansinya bagi problematika kehidupan modern.
Buku pengayaan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta didik tentang tanaman herbal. Dalam buku pengayaan ini secara garis besar membahas mengenai kandungan kimia dan peluang bisnis yang terdapat pada tanaman yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Buku Tangan Kecil Asa Besar lahir dari perjumpaan-perjumpaan yang barangkali tampak sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Ia merekam cerita tentang perjumpaan antara anak-anak dan relawan, antara warga dan ruang publik, antara kepedulian dan kenyataan sosial yang kerap keras. Buku ini tidak ditulis dari menara gading, melainkan dari lorong-lorong kehidupan sehari-hari, tempat
harapan sering kali harus berjuang agar tetap bernapas. Buku ini bukan sekadar kumpulan kisah, tetapi sebuah kesaksian. Kesaksian tentang bagaimana perubahan sosial kerap berawal dari langkah-langkah kecil, dari tangan-tangan yang bekerja dalam sunyi, dan dari komunitaskomunitas yang memilih untuk peduli ketika ketidakpedulian terasa lebih kuat. Di halaman-halaman buku ini, kerja-kerja komunitas seperti mengedukasi dan memberdayakan anak, keluarga, difabel, lingkungan, tradisi, hingga ruang-ruang publik menunjukkan sebuah keberpihakan pada keadilan sosial dan martabat manusia.
Di tengah arus modernitas yang kerap menyisakan kekosongan batin dan krisis spiritual, jalan tasawuf hadir sebagai oase yang menyejukkan. Buku ini mengupas tuntas perjalanan Tarekat Syâdziliyah di tanah Mandar, sebuah gerakan spiritual yang tidak hanya fokus pada pembersihan jiwa, tetapi juga berdenyut bersama nadi kehidupan sosial masyarakatnya.Tokoh sentral dalam narasi ini adalah KH. Muhammad Thahir, atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Mandar sebagai Imam Lapeo. Sebagai salah satu dari Wali Pitu (Tujuh Wali) di Sulawesi, Imam Lapeo berhasil memadukan kedalaman ilmu agama dengan kearifan lokal, menjadikannya figur ulama yang karismatik dan sangat dicintai. Melalui pendekatan sufistik yang moderat, beliau tidak hanya membawa masyarakat keluar dari praktik animisme, tetapi juga membekali mereka dengan keteguhan iman di tengah tekanan kolonialisme Hindia Belanda
Buku ini mengupas secara mendalam tentang tasawuf, ruang lingkupnya, serta konsep wasaṭiyyah yang menjadi pendekatan dalam memahami ajaran tasawuf yang moderat dan seimbang. Dalam bab pertama, buku ini memberikan pengantar yang memperkenalkan pembaca pada pentingnya tasawuf dalam kehidupan spiritual umat Islam. Bab kedua mengulas tentang ruang lingkup tasawuf secara umum serta menelaah konsep wasaṭiyyah, yang bertujuan untuk menjembatani pemahaman tasawuf yang tidak ekstrem dan lebih inklusif.
Selanjutnya, buku ini membahas sejarah perkembangan tasawuf dan memfokuskan pada diskursus tasawuf kontemporer di bab ketiga. Perkembangan tasawuf dari masa ke masa dijelaskan dengan baik, mencakup perubahan serta tantangan yang dihadapi oleh ajaran ini dalam konteks dunia modern.
Dalam bab keempat, buku ini menggali biografi dan pemikiran dua tokoh penting, Said Aqil Siraj dan Nasaruddin Umar. Pemikiran kedua tokoh ini tentang tasawuf diperkenalkan secara detail, mengungkapkan kontribusi mereka terhadap pemahaman dan pengembangan tasawuf dalam konteks kontemporer. Bab terakhir dari buku ini, bab kelima, menyajikan analisis komparatif antara pemikiran Said Aqil Siraj dan Nasaruddin Umar, memberikan wawasan mengenai kesamaan dan perbedaan dalam cara mereka memahami tasawuf.
Secara keseluruhan, buku ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan terperinci tentang tasawuf serta pemikiran dua intelektual Muslim yang sangat berpengaruh, dengan harapan dapat memperkaya khazanah keilmuan tasawuf dalam konteks keindonesiaan dan pemikiran Islam kontemporer.
Buku ini merupakan kontribusi penting dalam upaya memahami dan meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di Indonesia, khususnya melalui peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Buku ini mengupas secara mendalam tentang penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan zakat, serta kontribusi program-program BAZNAS terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui studi kasus di BAZNAS Kota Samarinda, buku ini memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan dan solusi dalam tata kelola zakat yang efektif. Buku ini akan menjadi sumber informasi yang berharga bagi para akademisi, praktisi, pengurus lembaga zakat, serta masyarakat umum yang peduli terhadap pengembangan filantropi Islam di Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tata kelola zakat, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mengoptimalkan peran zakat dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
Buku ini merupakan rangkaian dari enam penulis yang masing-masing bergulat dengan kepakarannya. Eksistensi penulis ada pada ungkapan kepakaran melalui tulisan yang disajikan dihadapan pembaca sekalian. Bahwa perkembangan digitalisasi dan kemajuan teknologi sebagai penghubung antara elemen manusia dan elementer lain dalam bentuk 120 implementasi kerja kini telah terbantukan dengan adanya model sistem informasi dan teknologi informasi. Saatnya era konvensional bergeser jauh ke depan menuju digitalisasi adalah sebuah alasan bahwa manusia berkeinginan untuk mencapai efektivitas kerja. Terjadinya pergeseran ini menjadikan juga bahwa transformasi manajemen ikut bergeser (Rebecca La Volla Nyoto).
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ajar. Kami ucapkan juga rasa terima kasih kami kepada pihak-pihak yang mendukung lancarnya buku ajar ini mulai dari proses penulisan hingga proses cetak.
Buku ajar yang berjudul ‘Teknik Supervisi: Panduan Praktis Pengelolaan Karyawan Hotel’ ini telah selesai kami buat secara semaksimal dan sebaik mungkin agar menjadi manfaat bagi pembaca terutama mahasiswa bidang perhotelan yang membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai bagaimana melakukan penyeliaan pada karyawan hotel.
Buku ini memuat panduan praktis dalam melakukan pengelolaan karyawan hotel melalui proses supervisi atau penyeliaan yang mencakup peran dan arti penting proses penyeliaan bagi karyawan hotel termasuk Pengetahuan yang harus dimiliki para supervisor dalam menggunakan keterampilan komunikasi, motivasi, kepemimpinan serta pengelolaan konflik dalam pekerjaan di bidang perhotelan. Buku ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan bacaan terutama yang berkaitan dengan penyeliaan karyawan pada sektor industri jasa khususnya perhotelan.
Kami sadar bahwa buku ini masih banyak luput dan kekeliruan yang tentu saja jauh dari sempurna, oleh sebab itu, kami mohon agar pembaca memberi kritik dan juga saran terhadap karya buku ajar ini agar kami dapat terus meningkatkan kualitas buku.
Demikian buku ajar ini kami buat, dengan harapan agar pembaca dapat memahami informasi dan juga mendapatkan wawasan mengenai bidang supervisi pada industri perhotelan serta dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Terima kasih
Pabrik kertas adalah salah satu industri yang sangat berdampak terhadap lingkungan. Produksi kertas memerlukan sumber daya alam yang berlimpah, seperti kayu, air, dan energi, dan sering kali menghasilkan limbah dan polusi yang dapat merusak ekosistem alam. Namun, inilah saatnya kita mulai berpikir lebih kritis tentang bagaimana industri ini dapat beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Buku ini berisi tentang peran pabrik kertas dalam konteks lingkungan hidup yang lebih luas. Membahas tantangan yang dihadapi oleh industri ini, serta mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki praktik-produksi agar lebih ramah lingkungan. Dilengkapi dengan ilustrasi contoh-contoh pabrik kertas yang telah berhasil menerapkan inovasi dan strategi berkelanjutan dalam operasi atau produksi. Buku ini akan menjadi sumber pengetahuan yang berguna bagi mereka yang tertarik dalam memahami peran pabrik kertas dalam isu lingkungan, serta bagi mereka yang bekerja dalam industri ini dan ingin mencari cara untuk mengembangkan praktek yang lebih berkelanjutan.
23 Juli 1983. Colo, sebuah gunung api soliter di Teluk Tomini menumpahkan semua isi perutnya. Bencana yang mengubah Pulau Una-una yang subur nan makmur menjadi bak neraka. Semua vegetasi yang tumbuh di ‘Pulau Ringgit” musnah oleh awan panas ribuan derajat Celsius. Peradaban Makmur di pulau itu luluh lantak seketika.
Sebanyak 7.000 penduduk pulau terusir. Meninggalkan rumah. Kebun-kebun dan harta benda punah. Namun, kisah bencana Gunung Colo tak hanya tentang kenangan pahit dan derita para penyintas yang mengalami langsung katastropi hingga merelakan hidup yang tercerabut dari akarnya.
Peristiwa amuk ‘si korek api’ 4 dekade silam sekaligus tentang cerita keberhasilan mitigasi yang gemilang. Alat komunikasi kala itu tak secanggih sekarang. Namun, evakuasi penduduk berjalan sukses. Tak ada korban jiwa. Keberhasilan mitigasi ini dipuji dunia internasional. Jepang, negeri yang lekat dengan bencana geologis, belajar dari kisah mitigasi Pulau Unauna.
Jamaah Tabligh adalah salah satu gerakan dakwah terbesar di dunia Islam modern. Namun, posisi teologisnya kerap menjadi perdebatan: ada yang menuduhnya berafiliasi dengan paham Wahhabi, ada pula yang membelanya sebagai gerakan murni dakwah.Buku ini hadir untuk menjawab berbagai tuduhan sekaligus memberikan analisis akademis yang komprehensif. Dengan mengkaji langsung prinsip dasar dakwah, doktrin Enam Sifat Sahabat, serta kitab-kitab utama Jamaah Tabligh (Muntakhab Ahadits dan Hayatush Shahabah), penulis memetakan konstruksi teologis Jamaah Tabligh dalam perbandingan dengan aliran-aliran teologi Islam klasik seperti Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Mu’tazilah, dan lainnya.Ditulis dengan pendekatan ilmiah, buku ini tidak hanya menyingkap posisi teologis Jamaah Tabligh, tetapi juga menegaskan peran teologi praktis sebagai fondasi gerakan dakwah yang hidup di tengah umat.Sebuah bacaan penting bagi akademisi, praktisi dakwah, dan siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang Jamaah Tabligh, baik sebagai fenomena teologis maupun gerakan sosial keagamaan.
Buku ini berisi tentang berbagai materi yang berkaitan dengan bilangan matematika. Beberapa materi diantaranya Keterbagian, Faktor Persekutuan Terbesar (FPB), Persamaan Diophantine, Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK), Bilangan Prima, Ketunggalan Faktorisasi Bilangan Prima, Kongruen, Induksi Matematika, Teorema Binomial, Kriptologi, Cryptarithmetic dan beberapa materi lainnya. Buku ini sangat bermanfaat dan dapat digunakan semua kalangan terutama yang mempelajari tentang matematika. Pemaparan materi dan penjelasan yang sangat mudah dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Buku “Teori dan Praktik: Konseling Pesantren Ramah Anak” menjadi bagian dari upaya dalam memberikan pendampingan, pengarahan dan upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dilingkungan pesantren. Selain itu, buku ini menjadi bagian dari upaya dalam membentuk lingkungan pesantren yang sehat secara mental, sehat secara spiritual dan tentunya santri mampu berkembang sebagaimana mestinya.
Buku ini disusun untuk memenuhi kebutuhan ustaz, pengurus dan santri pada lembaga pendidikan pondok pesantren dalam memfasilitasi metode konseling terhadap santri. Sesuai dengan segmentasi pembaca, buku ini disusun dengan kualifikasi yang tidak diragukan. Teknik pembukaan yang diangkat secara terpadu dilakukan tanpa adanya pemilihan jenjang pendidikan. Langkah ini diambil dengan harapan dapat meminimalisasi adanya pengulangan topik dari setiap jenjang pendidikan.