Menampilkan 241–256 dari 360 hasil

Add to Wishlist

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegences untuk Pembelajaran Matematika

Buku ini memaparkan tentang model pembelajaran berbasis mulitple inteligences yang dikemas dengan teks yang mudah untuk dipahami. Model pembelajaran berbasis multiple inteligences pada pembelajaran matematika merupakan salah satu jenis model yang mengakomodasi perbedaan karakteristik siswa yakni perebedaan kecerdasan dominannya. Dengan demikian model pembelajaran matematika berbasis kecerdasan inspirasi dan assessment for learning memiliki keunggulan dibanding model lain dalam hal pencapaian hasil belajar. Semoga buku ini dapat memberikan sumbangsih keilmuan dan penambah wawasan bagi siapa saja yang memiliki minat terhadap pembahasan tentang Monograf Model Pembelajaran Matematika berbasis Multiple Inteligences.

Add to Wishlist

Penggalan Kisah

Konsep buku ini berasal dari pemikiran tiga jurnalis senior yang berdomisili lintas benua, Pasifik, Asia dan Eropa yang menghabiskan lebih dari 14 tahun pengalaman meliput isu Papua. Pada awalnya kami rencanakan menjadi penggalan script film untuk perusahaan film tapi gagal karena situasi. Lembaran tulisan jurnalistik tidak mampu menggambarkan realitas kondisi masyarakat Papua dengan bebas. Menulis buku sastra adalah pilihan yang memberi kebebasan mengungkap data dan fakta yang tidak ditemukan dalam jenis tulisan lain dan kami memilih cara ini.

Add to Wishlist

PEREMPUAN SEJUTA KEPAHITAN PERJALANAN HIDUP YANG TAK PERNAH RINGAN

Perempuan membawa cerita, namun tidak semua cerita tertulis dalam tinta yang sama. “Perempuan Sejuta Kepahitan” lahir dari rasa ingin menelusuri perjalanan seorang perempuan— May—yang hatinya terus menapak pada jalan berliku kehidupan, dari benih harapan yang lembut hingga gelombang kepahitan yang tak pernah reda.

May lahir dalam kesendirian; ia tidak tinggal bersama kedua orang tuanya dan belajar menahan rindu yang tak pernah usai sejak kecil. Ia menjalani pertunangan dini karena takut pada bisikan mitos yang menghantuinya, dan hatinya remuk ketika sahabatnya merenggut sang kekasih. Hidupnya pun semakin rumit: dituduh sebagai pembunuh, menikah tanpa dikaruniai anak, dan akhirnya ditinggal suami yang dicintainya.

Novel ini bukan sekadar kisah tentang duka, tetapi juga tentang ketabahan yang lembut seperti cahaya fajar, keberanian menatap kenyataan dengan mata yang tak gentar, dan kemampuan menemukan sinar di balik gelap yang menyesakkan. Pembaca akan diajak menyusuri lorong-lorong pesantren yang sunyi, menyelami rahasia yang tersembunyi di balik senyum, dan merasakan luka yang menggores tidak hanya tubuh, tetapi juga jiwa.

Add to Wishlist

Pergulatan Manusia dengan Dirinya

Buku sederhana dan mungkin juga sepele ini sebagian kumpulan tulisan saya yang pada mulanya berserakan di media-media online, baik lokal maupun nasional. Kumpulan tulisan ini berawal dari kegelisahan seorang manusia biasa yang terbatas, karena keterbatasan itu yang akhirnya menuntun saya untuk bebas, dalam menulis misalnya. Selain itu, keterbatasan itu tak hanya saya miliki seorang, melainkan kita semua: manusia.

Keterbatasan manusia yang kita miliki tersebut pada akhirnya menjadi menarik untuk ditelanjangi dan tak akan habis-habisnya dibicarakan. Dari kalangan filsuf, ilmuwan, saintis, pemuka agama, semua selalu terdapat pembahasan tentang manusia dan segala persoalannya. Mulai dari kecemasan, kesepian, atau hal-hal kecil lainnya yang nyatanya dapat menggurita menjadi hal besar dan berpengaruh cukup besar pula bagi kehidupan, baik individu maupun hidup bersama. Sehingga, sebuah alternatif atau cara pandang lain dalam menjalani hidup menjadi batu pijakan yang membuat buku ini berjabat tangan dengan pembaca sekalian.

Add to Wishlist

Perilaku Wisatawan

Buku ini terdiri atas tujuh bab. Bab 1 membahas tentang konsep wisatawan. Bab 2 memuat tentang teori perilaku dan perilaku wisatawan. Bab 3 membahas tentang teori motivasi dan motivasi wisatawan. Bab 4 fokus kepada persepsi dan harapan wisatawan. Teori kepuasan dan kepuasan wisatawan menjadi bahasan berikutnya (bab 5) dilanjutkan dengan pembahasan tentang teori kebutuhan dan kebutuhan wisatawan (bab 6). Buku ini diakhiri dengan pembahasan tentang penanganan keluhan wisatawan (bab 7) sebagai bab penutup.

Materi buku ini diharapkan bisa digunakan sebagai bahan bacaan oleh mahasiswa dalam proses perkuliahan untuk mata kuliah Perilaku Wisatawan. Selain itu, bagi siapa pun yang tertarik dengan topik tentang wisatawan, khususnya terkait dengan perilaku mereka, buku ini diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu bahan diskusi.

 

 

 

Rp. 75.000

BELI SEKARANG

Add to Wishlist

PERMATA YANG TERSEMBUNYI JEJAK KENANGAN DAN KETELADANAN KIAI MAKTUM JAUHARI

Permata yang Tersembunyi adalah kumpulan kisah yang lahir dari hati para murid, keluarga, dan mereka yang pernah disentuh cahaya keteladanan Kiai Maktum Jauhari. Melalui puluhan fragmen kenangan—dari nasihat yang lembut hingga ketegasan yang membentuk karakter—pembaca diajak menyelami sosok ulama yang menjaga ilmu dengan tawadhu’, memimpin dengan kejernihan hati, dan mencintai murid-muridnya dengan kasih seorang ayah.

Setiap halaman menghadirkan potret Kiai Maktum yang manusiawi—guru yang sabar, pemimpin visioner, murabbi ruhani, dan teladan integritas. Kisah-kisah ini tidak hanya menuturkan perjalanan hidup beliau, tetapi juga menyingkap nilai-nilai yang diwariskannya: keikhlasan, kedisiplinan, keberanian bersikap, serta keyakinan bahwa keberkahan hidup berawal dari hati yang bersih.

Buku ini bukan sekadar dokumentasi kenangan; ia adalah jembatan spiritual yang menghidupkan kembali hikmah-hikmah beliau. Sebuah persembahan bagi cahaya Prenduan yang terus bersinar melalui murid-muridnya, dan bagi setiap pembaca yang rindu menemukan figur guru sejati—permata yang mungkin tersembunyi, namun sinarnya tak pernah padam.

Add to Wishlist

Perpustakaan dan Pariwisata

Fungsi perpustakaan sebagai wahana rekreasi selama ini mungkin luput dari perhatian berbagai kalangan. Agar hal ini tidak berkelanjutan, perlu sebuah upaya untuk “mengingatkan” berbagai kalangan terhadap fungsi tersebut.

Buku ini diterbitkan sebagai salah satu upaya untuk “memotret” fungsi perpustakaan sebagai wahana rekreasi sekaligus “mengingatkan” berbagai kalangan bahwa perpustakaan juga memiliki fungsi sebagai wahana rekreasi. Penulis dengan latar belakang keilmuan yang cukup beragam mencoba merangkai bab demi bab untuk tujuan tersebut sehingga akhirnya bisa terajut sebelas bab, yaitu: Bab 1 Mengulik Fungsi Perpustakaan sebagai Wahana Rekreasi; Bab 2 Mengenal Wisata Perpustakaan; Bab 3 Peran Perpustakaan Dalam Kegiatan Kepariwisataan; Bab 4 Rekreasi Edukatif di Perpustakaan; Bab 5 Evolusi Gaya Belajar sebagai Dasar Pengembangan Wisata Perpustakaan; Bab 6 Pola Perilaku Kunjungan Wisata Perpustakaan; Bab 7 Relevansi Perpustakaan sebagai Katalisator Pariwisata Budaya; Bab 8 Daya Tarik Perpustakaan: Pendekatan Arsitektur Hijau; Bab 9 Arsitektur, Pariwisata, dan Perpustakaan; Bab 10 Potensi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai Wahana Rekreasi Berkelanjutan; serta Bab 11 Menggagas Perpustakaan Geopark.

Semoga kehadiran buku sederhana ini bisa memperkaya bahan bacaan bertema perpustakaan dan pariwisata. Selain itu, buku ini diharapkan bisa menjadi pemicu bagi berbagai kalangan yang bergelut di bidang pariwisata dan perpustakaan serta siapa pun yang berminat untuk turut memperkaya bahan bacaaan bertema “wisata perpustakaan”. Tentu dengan perspektif yang jauh lebih beragam.

Add to Wishlist

PERSPEKTIF FENOMENOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Buku ini tidak hanya membahas definisi dan signifikansi tinjauan literatur, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami fungsi utamanya dalam membangun pertanyaan penelitian dan memetakan kesenjangan ilmiah. Sebagaimana dikutip, “tinjauan literatur yang baik memetakan temuan-temuan kunci dalam topik tertentu, menunjukkan kesenjangan, kontradiksi, atau bias dalam penelitian sebelumnya, serta memberikan justifikasi konseptual atas pertanyaan penelitian baru”. Dengan demikian, tinjauan literatur bukan sekadar ringkasan, melainkan proses sintesis kritis yang menghubungkan berbagai pandangan ilmiah menjadi dasar argumen penelitian yang koheren dan terarah.

Buku ini juga mengulas secara komprehensif berbagai jenis tinjauan literatur yang relevan dalam ilmu sosial, mulai dari tinjauan sistematis, meta-analisis, naratif, pelingkupan, hingga integratif. Masing-masing jenis memiliki kekuatan dan keterbatasan tersendiri. Misalnya, tinjauan sistematis menonjol karena objektivitas dan replikabilitasnya, namun membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar. Sementara itu, tinjauan naratif lebih fleksibel dan eksploratif, namun rentan terhadap bias seleksi. Penjelasan ini diperkuat dengan tabel komparatif, studi kasus, dan diagram alur proses sintesis yang akan memudahkan pembaca dalam memilih dan menerapkan pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan penelitian mereka.

Add to Wishlist

PESAN-PESAN CINTA IMĀM IBN ‘AṬĀ’ILLĀH: TERAPI SUFISTIK UNTUK KRISIS SPIRITUAL MANUSIA MODERN

Kehidupan modern seringkali menguras batin manusia. Di tengah hiruk pikuk dunia yang serba cepat, banyak orang merasakan kekosongan spiritual yang tak mampu diisi dengan materi dan pencapaian semata. Pada titik inilah warisan para ulama sufi menemukan relevansinya.Buku Pesan-Pesan Cinta Imam Ibn ‘Ataillah menghadirkan mutiara hikmah dari salah satu tokoh besar tasawuf dalam sejarah Islam. Melalui syarah dan penjelasan yang sederhana, penulis mengajak pembaca menelusuri kedalaman spiritualitas Imam Ibn ‘Ataillah, yang berfokus pada cinta, keikhlasan, dan ketundukan hati kepada Allah. Pesan-pesan tersebut bukan sekadar teori, melainkan jalan menuju ketenangan jiwa dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Add to Wishlist

PESONA KESENIAN EBEG DI BANJURPASAR, BULUSPESANTREN, KEBUMEN

Kesenian Ebeg, dengan tarian, musik gamelan, dan ritual yang menyertainya, menghadirkan keunikan yang memikat. Ia bercerita tentang keberanian, gotong royong, serta penghormatan kepada leluhur, sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar peninggalan, tetapi juga warisan hidup yang perlu dijaga bersama.

Melalui buku ini, kami berharap pembaca tidak hanya memahami sejarah dan pesona kesenian Ebeg, tetapi juga merasakan semangat masyarakat Banjurpasar dalam merawat tradisi di tengah perubahan zaman.

Add to Wishlist

PETA JALAN ANSOR MASA DEPAN

Gerakan pemuda tidak pernah lahir di ruang hampa. Ia berpijak pada sejarah, dibentuk oleh gagasan, dan bergerak dalam medan aksi yang terus berubah. Buku ini menghadirkan peta jalan Ansor Masa Depan—sebuah konsep strategis bagi Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang telah menjadi tulang punggung perjuangan sosial-keagamaan Nahdlatul Ulama di Indonesia. Dengan pendekatan yang menggabungkan pembacaan historis, refleksi teoritis, dan desain praksis gerakan, penulis mengajak para kader dan pemimpin Ansor untuk menata ulang orientasi, memperbarui energi, serta memperkuat daya tahan organisasi di tengah tantangan zaman yang penuh ketidakpastian. Ditulis oleh M. Najib Yuliantoro—aktivis, dosen, dan pemikir muda Nahdliyin—buku ini tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi juga menjadi seruan bagi generasi muda untuk berani melangkah menuju masa depan yang progresif dan transformatif.

Add to Wishlist

Peta Jalan Pulang Kepada Tuhan

Buku ini mengulas tentang Pondok Pesantren Tasawuf Underground yang bergerak memilih jalan dakwah dengan pendekatan spiritual yang lain dari pada yang lain. Cara pendekatannya berbeda, biasanya seorang ustadz berdakwah di masjid atau tempat suci dengan jamaah yang berpakaian suci dan rapi. Namun ini berbeda, ia mengajak dengan hati-hati dengan tidak memaksa anak jalanan atau punk untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan konsep penyembuhan trauma dan mengajarkan konsep hidup agar menjadi orang yang lebih mengenal Tuhannya, mampu menarik beberapa anak jalanan dan punk untuk menjadi muridnya dengan tidak ada unsur paksaan apalagi harus mengubah zahirnya.

Add to Wishlist

Petatah Petitih dalam Balutan Pantun

Pantun merupakan bagian dari kesusasteraan Indonesia yang mengandung perumpamaan, kiasan, ibarat, nasihat, atau pandangan hidup. Dan yang lebih penting, pantun mengandung unsur Pendidikan.

Ungkapan pikiran dan perasaan yang dituangkan ke dalam pantun akan terasa indah dan menarik, begitu pula dengan nasihat. Nasihat yang dibalut dengan pantun membuat pembaca sama sekali tidak merasa sedang digurui atau dinasihati. Pantun nasihat merupakan jenis pantun yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk mengajarkan atau memberikan nasihat moral atau budi pekerti.

Buku Petatah Petitih dalam Balutan Pantun ini berisi pesan moral dan budi pekerti, antara lain: nasihat dalam belajar, pesan moral dalam keagamaan, lingkungan hidup, dan budi pekerti. Kumpulan pantun ini bisa dijadikan bahan referensi untuk pembelajaran di sekolah.

Add to Wishlist

Pluralisme Hukum yang Tercekik: Dilema Pengakuan Tanah Adat di Indonesia

Selama bertahun-tahun, pemahaman kita tentang tanah adat terjebak dalam dua kekeliruan besar. Pertama, kita mewarisi cara berpikir kolonial tentang domein, bahwa setiap tanah yang tidak “dibuktikan” kepemilikannya otomatis dianggap sebagai milik negara. Cara pikir ini bukan saja keliru secara historis, tetapi juga destruktif secara sosial, karena menghapus bentuk penguasaan komunal yang turun-temurun dan tidak pernah memerlukan “surat kepemilikan”. Kedua, kita terlalu percaya bahwa hukum negara adalah satu-satunya mekanisme yang sah untuk menentukan siapa pemilik tanah. Kita lupa bahwa komunitas adat telah mengelola ruang hidup jauh sebelum negara ini berdiri; bahwa hukum adat bukan sekadar “kebiasaan”, tetapi living law yang stabil sekaligus adaptif sepanjang sejarah.

Dari dua kekeliruan inilah pluralisme hukum Indonesia menjadi tercekik. Ia diakui secara normatif tetapi dipersempit dalam praktik. Negara mengakui keberadaan masyarakat adat, tetapi syarat pengakuannya sangat birokratis. Negara mengakui hukum adat, tetapi lebih memprioritaskan dokumen formal. Negara mengakui hak ulayat, tetapi menuntut pembuktian dengan kategori kepemilikan ala Barat. Pluralisme hukum kita berada dalam wilayah liminal, tidak ditolak, tetapi juga tidak diberi ruang napas untuk hidup. Buku ini hadir untuk membedah kepungan dilema tersebut.

Add to Wishlist

Pluralisme Ibnu Rusyd dalam Wajah Pesantren Salaf & Modern

Buku yang mengkaji dan meneliti pemikiran Ibnu Rusyd, seorang filsuf besar atas karya fiqihnya yang terkenal di dunia “Bidayah al Mujtahid”, oleh seorang perempuan dari pesantren tradisional, sungguh amat menarik, bahkan boleh dikatakan mengagumkan. Sepanjang yang saya ketahui, kitab “Bidayah al Mujtahid wa Nihayah al Muqtadhid” ini tidak dijadikan bahan pengajian dan referensi dalam Bahtsul Masail di Pesantren-pesantren tradisional. Boleh jadi ia dianggap “Ghair Mu’tabar”. Lebih dari itu tokoh ini dikenal sebagai kritikus besar terhadap Imam Abu Hamid al Ghazali, tokoh panutan dalam Aswaja atas karyanya “Tahafut al Falasifah” (Kerancuan berpikir kaum filsof). Ibnu Rusyd menulis bantahan sekaligus mengkritik al Ghazali melalui bukunya “Tahafut al Tahafut” (Kerancuan buku Tahafut).

Add to Wishlist

Potret Interaksi Nabi Muhammad SAW dengan Non Muslim

Kehadiran buku ini sebagai implementasi ajaran Islam dalam bentuk perwujudan nyata dari hidup dan kehidupan rasulullah Muhammad SAW. terkait dengan interaksi yang dibangun selama fase turunnya wahyu yang berlangsung kurang lebih 23 tahun. Islam sebagai agama tidak hanya datang sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk mengenal Tuhannya, tetapi juga datang membawa kedamaian di tengah-tengah kehidupan mereka. Islam adalah akidah dan syariat yang mengandung nilai ajaran integralistik yang mesti dijadikan sebagai pedoman dalam setiap interaksi yang dilakukan oleh manusia. Dengan nilai-nilai transendental yang ada di dalam Islam akan senantiasa memberikan kesejukan kepada siapa saja dalam membangun komunikasi dan interaksi antar sesama anak manusia.

Tentu saja hidup dan kehidupan Nabi memiliki banyak dimensi penting sehingga tidak dapat dihitung atau bahkan diketahui sacara keseluruhan. Nabi dalam kehidupannya memiliki sisi kehidupan yang sangat mulia yang dikhususkan oleh Allah kepadanya berupa penghormatan dan keagungan. Sosok Nabi yang begitu mulia dari semua sisi kesempurnaan kemanusiaan itu ada agar keteladanannya dapat diikuti dan dicontoh oleh semua orang. Nabi adalah puncak segala kasih sayang, keberanian, ketawaduan, kepemimpinan, kemuliaan dalam beribadah, dalam hal ilmu pengetahuan, dan dalam hal kesempurnaan sebagai hamba Allah. Sifat kesempurnaan sungguh telah dimilikinya tanpa dinodai sedikit pun dengan perilaku yang tidak terpuji.