Pembelajaran matematika selama ini masih sering dipersepsikan sebagai pembelajaran yang abstrak, sulit, dan jauh dari kehidupan sehari-hari siswa. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran yang cenderung prosedural serta penggunaan media pembelajaran yang kurang mampu menjembatani konsep matematika dengan realitas kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan media pembelajaran yang dapat membantu siswa membangun pemahaman konsep secara bertahap dan bermakna.
Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) menawarkan pandangan bahwa matematika merupakan aktivitas manusia yang berangkat dari realitas dan pengalaman siswa. Pendekatan ini menekankan penggunaan masalah kontekstual, proses matematisasi, serta peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan, integrasi pendekatan RME ke dalam media pembelajaran digital, khususnya E-booklet, menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Buku dengan judul “Ekonomi Pembangunan Islam” ini hadir di tengah-tengah upaya global mencari paradigma pembangunan alternatif yang tidak hanya mengejar pertumbuhan material, tetapi juga menjamin keadilan, keberlanjutan, dan kebahagiaan yang holistik. Sistem ekonomi konvensional sering kali menuai kritik akibat kesenjangan yang lebar, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, dan pengabaian terhadap dimensi spiritual manusia. Dalam konteks inilah, Ekonomi Pembangunan Islam menawarkan sebuah visi yang berakar pada nilai-nilai ketuhanan (tauhid) dan kemanusiaan.
Buku ini hadir sebagai kompas pemandu dalam memahami ekosistem UMKM Pangan Lokal di DPSP Borobudur. Mulai dari memahami pengetahuan umum terkait DPSP Borobudur, Potensi Pangan Lokal, UMKM Pangan Lokal, Rantai Pasok UMKM Pangan Lokal, Database UMKM Pangan Lokal, Kesiapan Transformasi Digital pada UMKM, Pemanfaatan Teknologi dalam Pengembangan UMKM Pangan Lokal, Peran Stakeholder dalam Pengembangan UMKM, Pengelolaan Dana Desa dalam Pengembangan UMKM, hingga Analisis Implementasi dan Rekomendasi Kebijakan UMKM Pangan Lokal di Kawasan Borobudur.
Dalam menjelajahi halaman-halaman buku ini, dipaparkan beberapa realitas yang perlu kita renungkan dan evaluasi bersama, untuk sama-sama merancang tindakan strategis dalam membangun ekosistem UMKM pangan lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari perubahan yang kita inginkan melalui dukungan yang berkelanjutan terhadap UMKM, yang tak hanya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai kelestarian sumber daya, keberlanjutan, dan kesejahteraan sosial.
Buku ini disusun sebagai salah satu bahan bacaan untuk memberikan pemahaman tentang sejarah, definisi, dan konsep ekowisata. Ketiga topik ini dibahas secara runtut dalam sembilan bab. Bab I membahas definisi pariwisata dan awal mula penggunaan kata “pariwisata”; bab II membahas faktor (internal dan eksternal) yang menyebabkan munculnya pariwisata sekaligus membuatnya berkembang begitu pesat dan menjadi sedemikian besar seperti saat ini; bab III membahas fenomena pariwisata massal/konvensional dan dampak yang ditimbulkan; bab IV membahas pariwisata alternatif dan munculnya ekowisata serta uraian tentang definisi dan prinsip-prinsip ekowisata; bab V membahas pengelompokan ekowisata yang meliputi ekowisata bahari, ekowisata hutan, ekowisata pegunungan, ekowisata karst, dan ekowisata pusaka; bab VI membahas ekowisata dan konservasi lingkungan; bab VII membahas ekowisata dan masyarakat lokal; bab VIII membahas ekowisata dan interpretasi yang meliputi konsep interpretasi, interpreter dan pemandu wisata, serta interpretasi dalam ekowisata; serta bab IX membahas contoh media interpretasi. Meskipun sasaran utama adalah mahasiswa dan akademisi pariwisata, buku ini diharapkan bisa memberi sedikit gambaran sekaligus memantik diskusi di kalangan pemangku kepentingan di sektor pariwisata yang lebih luas. Masyarakat dari berbagai kalangan yang tertarik dengan tema pariwisata juga tidak ada salahnya membaca buku ini untuk memperluas wawasan.
Buku ini merupakan kumpulan esai terbaik dari para finalis Fatahillah Essay Competition (FEC) 2024. Buku ini berisi pemikiran kritis para penulis muda dalam menanggapi isu-isu kontemporer yang dihadapi masyarakat, termasuk psikologi, isu lingkungan, kesehatan masyarakat, gender, dan politik.Karya-karya dalam buku ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi solusi inovatif untuk masalah-masalah seperti kecanduan judi dan pornografi, kecemasan belajar, krisis gender, hingga politik uang. Melalui tulisan-tulisan ini, buku ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk membangkitkan kembali tradisi literasi.
Buku ini merupakan hasil dari kajian mendalam mengenai dinamika sosial yang dihadapi oleh komunitas Ahmadiyah, khususnya di Yogyakarta, dalam menghadapi diskriminasi dan intoleransi yang berujung pada eksklusivitas sosial mereka. Penulisan buku ini berangkat dari keprihatinan terhadap realitas sosial yang masih diwarnai oleh sikap diskriminatif terhadap kelompok-kelompok minoritas. Saya berharap, buku ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai bagaimana tekanan sosial membentuk pola interaksi komunitas Ahmadiyah, serta bagaimana mereka bertahan di tengah keterbatasan dan tantangan yang ada.
Lewat buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa emping melinjo bukan sekadar camilan, tapi juga warisan budaya yang bisa jadi sumber penghasilan besar jika dikelola dengan baik. Di dalamnya, pembaca akan menemukan inspirasi, strategi pemasaran, hingga tips sederhana agar usaha emping bisa berkembang tanpa kehilangan cita rasa dan keaslian yang membuatnya istimewa.
Buku ini memiliki 96 tokoh yang telah menghasilkan berbagai macam karya baik berupa kamus, tafsir, hadist, aqidah, fiqh, nahwu, shorof, dan lainnya dengan jumlah karya sekitar 1,500 an. Namun hanya ada 380 an karya yang mampu dijelaskan oleh tim penulis. Alasannya, beberapa karya tidak ditemukan dan kesulitan dalam proses pencarian karya di lapangan. Misalnya, ada beberapa karya yang bagus namun terkadang tidak ditemukan siapa penulisnya; ada penulisnya namun setelah ditelusuri lebih lanjut bahwa karya-karya telah hilang terseret banjir ketika beberapa tahun lalu; ada pula yang nama karya-karyanya ada namun ketika dikonfirmasi ke beberapa pihak tidak bisa ditemukan atau bahkan karya berada di wilayah lain.
Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, dunia bisnis bergerak dengan dinamika yang luar biasa cepat. Sayangnya, kemajuan ini kerap kali diiringi oleh pergeseran orientasi yang mengabaikan nilai-nilai moral dan etika, di mana keuntungan materi semata sering dijadikan tujuan utama. Oleh karena itu, kehadiran buku tentang Etika Bisnis Islam ini menjadi sebuah oase sekaligus pedoman penting bagi masyarakat, khususnya umat muslim yang ingin menjalankan aktivitas ekonomi tanpa kehilangan keberkahan.
Buku ini juga mengakar kuat pada sumber utama ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan Sunnah (Bab III & VII), yang kemudian dijabarkan menjadi prinsip-prinsip praktis seperti kejujuran (shiddiq), keadilan (‘adl), dan tanggung jawab sosial (Bab IV). Lebih jauh, buku ini memberikan panduan nyata tentang bagaimana etika tersebut diaplikasikan dalam praktik bisnis modern, mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga manajemen sumber daya manusia (Bab V & VI).
Buku ini mengajak kita menyelami lautan makna dari ungkapan-ungkapan bijak masyarakat Gayo, menemukan kembali nilai-nilai luhur yang selama ini tersembunyi di balik kata-kata sederhana. Di tengah kegaduhan dunia modern, Peri Mestike menghadirkan etika yang segar—sebuah energi moral yang mampu memperkaya peradaban. Dari sini, pembaca akan melihat bagaimana kearifan lokal dapat berdialog dengan dunia modern, membentuk identitas moral, sekaligus memberi arah di tengah derasnya arus globalisasi.
Sebuah ajakan untuk kembali kepada nilai-nilai luhur yang membuat manusia tetap manusia. Bacaan pentingv bagi siapa saja yang mencintai filsafat, etika, kebudayaan, dan kearifan lokal Nusantara.
Kados dene artosipun shalat miturut bahasa “donga”, mila panci katab-katahipun ucapan-ucapan teng saklebetipun shalat menika mengku donga. Donga kagem nyuwun hidayah lan pitedah supados gesange sejahtera sarta bahagia, dunya lan akhirat. Ananging supados saged mahami artosipun kalimat-kalimat ingdalem shalat punika, kadang dipun raos susah tumerap sebagian tiang Islam, kranten masalah ingkang benten-benten.
Peramila saking menika, buku tuntunan kagem mahami artosipun waosan teng saklebete shalat ugi mahamı syarat rukunipun shalat ingkang pun paring asma Fashalatan lan Rukunan” punika dipun susun kanti makna perkalımat supados gampil lan saged imbiantu kalian para pemaos ingkang ngersaaken smau. Mila gejawi mengku artosipun waosan teng saklebete shalat, buku menika ugi mengku rukunan Thaharah lan rukunan Shalat Ugi dipun kumpliti kalian sukunan Islam, rukunan Puasa lan rukunan Syahadat.
Kehadiran buku ini sebagai perwujudan nyata dari nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil-alamin. Tentu saja ajaran Islam tidak hanya datang sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk mengenal Tuhannya, tetapi juga ajaran Islam datang untuk membawa misi kemanusiaan yang berbasis kemerdekaan bagi setiap manusia dalam menjalankan aktivitasnya sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Tuhannya. Dengan nilai-nilai transendental yang ada dalam ajaran Islam akan senantiasa memberikan kesejukan, dan kedamaian di tengah-tengah kehidupan mereka. Karenanya, Islam sarat dengan nilai ajaran integralistik yang mesti dijadikan sebagai pedoman dalam setiap interaksi dan komunikasi antar sesama anak manusia. Dalam interaksi yang dibangun oleh manusia tidak boleh ada penindasan, kekerasan, dan, perbudakan, tetapi semuanya harus didasari dengan saling memanusiakan. Maka dari itu, buku ini sebagai penegasan bahwa secara hukum setiap manusia memiliki hak yang harus dilindungi dan dijunjung tinggi sebagai manusia yang merdeka.
Di era modern ini, pemahaman mendalam tentang Filsafat Hukum Islam (Falsafah at-Tasyri’ al-Islamiy) menjadi semakin penting dan relevan. Diskursus tentang bagaimana hukum Islam dapat menjawab tantangan zaman sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip fundamental syariah merupakan pembahasan yang tak pernah usai. Buku ini hadir sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut dan memberikan perspektif komprehensif tentang landasan filosofis hukum Islam. Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami berbagai aspek fundamental dari Filsafat Hukum Islam, mulai dari epistemologi hukum Islam, metodologi penggalian hukum (istinbath al-ahkam), hingga aplikasi praktis dalam konteks kontemporer. Pembahasan mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari hukum Islam, serta bagaimana ces-prinsip ini berinteraksi dengan realitas sosial yang terus berubah.
Buku ini lahir dari kegelisahan untuk membaca sepak bola tidak hanya sebagai permainan, tetapi sebagai cermin kehidupan. Bahwa setiap operan bola yang mengalir mengajarkan tentang kepercayaan, setiap kerja sama tim melatih jiwa untuk tidak egois, setiap pelanggaran mengingatkan tentang batas yang tak boleh dilewati, dan setiap keputusan wasit menegaskan pentingnya keadilan. Pada titik ini, sepak bola menyingkap tabir dirinya sebagai filsafat yang hidup: ia berbicara tentang etika, tentang kebahagiaan bersama, tentang nilai kemanusiaan yang sesungguhnya.
Perzinahan adalah salah satu dosa besar yang mengancam kehormatan, keturunan, dan tatanan sosial. Namun, di balik ketegasan hukum Islam, terdapat dimensi rahmat, keadilan, dan pembinaan moral yang sering terabaikan.Buku ini menghadirkan kajian mendalam tentang tafsir maqāṣidi atas ayat-ayat hukuman zina dalam Q.S. An-Nisā’ (4):15–16. Dengan pendekatan yang ilmiah dan kontekstual, penulis mengupas bagaimana hukum Islam tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga membuka ruang rehabilitasi, penyadaran, dan pemulihan pelaku agar kembali ke jalan yang benar.Ditulis oleh Mabhub, S.Ag., M.Ag., buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi hukum, pengajar, maupun masyarakat umum yang ingin memahami nilai-nilai maqāṣid syarī’ah yang menekankan keseimbangan antara keadilan dan kasih sayang.Bacaan ini bukan sekadar telaah hukum, melainkan ajakan untuk melihat fiqh sebagai sarana pembinaan dan transformasi, demi terwujudnya masyarakat yang bermartabat dan berkeadilan.
The book was written by a collaboration of authors from Indonesia, Sri Lanka, South Africa and Bangladesh discussing Palestinian independence.
The authors in this book discuss the history of Palestine, Israeli colonialism, Palestinian resistance, the humanitarian crisis, and the call for all nations to fight for Palestinian independence.
This book is important to read by various groups related to how Palestine is viewed, interpreted, and fought for to obtain justice and independence by the world community.